SKRIPSI EKONOMI SDM JUDUL PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENERAPAN ASSESSMENT CENTRE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIER

KEMBALI LAGI SAYA AKAN POSTING CONTOH SKRIPSI EKONOMI SDM JUDUL PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENERAPAN ASSESSMENT CENTRE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIER

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang -Skripsi Ekonomi SDM
Era globalisasi saat ini merupakan suatu perubahan baru di dalam kehidupan manusia, dimana terjadi perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang kehidupan. Teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi contoh perubahan yang mempengaruhi pola hidup manusia. Perubahan tersebut tidak
terlepas dari pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki manusia, yang di dalam suatu perusahaan disebut dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kesiapan perusahaan dalam menghadapi era globalisasi tentunya perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder yang turut berperan aktif di dalam roda perjalanan perusahaan. Menurut Veithzal Rivai et.all (2009:28) menyatakan bahwa pihak yang berkepentingan dalam Manajemen SDM (stakeholder) adalam pemilik perusahaan, karyawan, pemerintah, customer, dan manajemen. Dan karyawan sebagai salah satu asset perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan material, mental, psikologis, sosial dan intelektual secara memuaskan.

Sehingga strategi SDM perlu dipersiapkan secara seksama agar mampu menghasilkan keluaran yang mampu bersaing di tingkat dunia. Perusahaan pada umumnya memiliki Manajemen Sumberdaya Manusia (MSDM) yang merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi fungsi perencanaan, pengadaan, pengarahan, pengembangan, pemeliharaan, dan pemberhentian. Proses ini terdapat dalam bidang produksi, pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian. Karena SDM dianggap semakin penting peranannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka untuk mengumpulkan berbagai pengalaman dan hasil penelitian harus dilakukan secara sistematis. Menurut Gery Dessler (2004:2), manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek “manusia” atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyeleksi, melatih, memberi penghargaan, dan penilaian. Skripsi Ekonomi SDM

SDM merupakan modal dasar proses pengolahan dalam suatu perusahaan, oleh karena itu maka kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Soekidjo Notoatmodjo dalam artikelnya yang berjudul “Tinjauan tentang Kualitas Sumber Daya Manusia” mengemukakan bahwa aktivitas MSDM dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek kualitas dan aspek kuantitas. Aspek kualitas mencakup kemampuan SDM baik secara fisik maupun non fisik dan juga meliputi kecerdasan mental dalam melaksanakan tujuan perusahaan, sedangkan aspek kuantitas mencakup jumlah SDM yang tersedia.
Pengelolaan SDM yang tidak efektif dan tidak efisien akan menghambat tujuan perusahaan, karena MSDM merupakan fungsi yang sangat penting dalam mengelola suatu perusahaan atau suatu organisasi. Oleh karena itu, MSDM yang baik dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan keinginan perusahaan.

SDM merupakan salah satu isu yang paling disoroti oleh para pimpinan perusahaan, namun praktik untuk mewujudkan SDM yang berkualitas seringkali terkendala soal biaya. Banyak perusahaan yang mencari suatu metode untuk menggali kemampuan manajerial agar metode pengembangan
SDM memiliki kekuatan yang cukup tinggi dalam memprediksi tingkat keberhasilan seseorang dalam suatu posisi yang direncanakan baginya sehingga biaya yang dikeluarkan memadai dengan hasil yang diperoleh. Skripsi Ekonomi SDM

Disinilah kemudian kita bersinggungan dengan sebuah metode yang sering disebut assessment centre yang merupakan salah satu metode penilaian kinerja perusahaan Menurut Syaiful F. Prihadi (2004:4) assessment centre merupakan suatu proses penilaian (evaluation) atau rating yang canggih dan didesain secara khusus untuk meminimalkan kemungkinan timbulnya penyimpangan (bias)
sehingga para peserta dalam proses ini memperoleh kesempatan setara yang seluas-luasnya untuk mengungkapkan potensi maupun kompetensinya dalam seperangkat metode assessment centre atau evaluasi yang terstandardisasi.
Assessment Centre merupakan suatu metode yang dilakukan dalam dalam penilaian kineja berorientasi masa depan khususnya dalam hal pengembangan karier karyawan. Namun, seiring perkembangan assessment centre dalam penggunaannya dipandang bersifat subjektif. Hal tersebut terjadi karena ukuran objektifnya sendiri sulit. Akan tetapi, di dalam metode assessment centre ada semacam rangkaian tes untuk meminimalkan subjektivitas itu, bila perusahaan berencana menyeleksi, mempromosikan, memutasi, menempatkan, dan melatih seseorang untuk jabatan tertentu. Tujuan dari metode ini menurut Veithzal Rivai, et.all. (2009:578) adalah (1) mengidentifikasi orang yang cocok bagi suatu jenis dan tingkat pekerjaan; (2) menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan, dan (3) untuk mengidentifikasi orang yang akan dipromosikan pada jabatan tertentu. Tes dengan metode assessment centre tersebut sudah dipergunakan sejak dulu di luar negeri. Sedangkan di Indonesia sendiri, sejumlah perusahaan besar
mulai mempraktikkan metode ini.

SELENGKAPNYA TERKAIT SKRIPSI EKONOMI SDM JUDUL PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENERAPAN ASSESSMENT CENTRE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIER DARI MULAI BAB 1 SAMPAI BAB 5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA BISA DI MILIKI DI SINI

Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...