Contoh Skripsi Keperawatan Judul Skripsi HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETUGAS LABORATORIUM TB PARU PUSKESMAS DENGAN ERROR RATE HASIL PEMERIKSAAN DAHAK TERSANGKA TB PARU DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2006

Contoh Skripsi Keperawatan Judul Skripsi HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETUGAS LABORATORIUM TB PARU PUSKESMAS DENGAN ERROR RATE HASIL PEMERIKSAAN DAHAK TERSANGKA TB PARU DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2006

BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah (Contoh Skripsi Keperawatan)
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus investasi keberhasilan pembangunan bangsa (Depkes RI, 2004: 1). Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Sasaran pembangunan kesehatan dapat berhasil apabila angka kesakitan dan kematian dapat menurun. Sampai saat ini angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular masih cukup tinggi, salah satunya adalah penyakit tuberkulosis (http://www.suaramerdeka.com).

Penyakit tuberkulosis adalah penyakit menular yang bersifat menahun, disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Oswari, E.1995: 256). Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia dan yang paling sering terkena adalah organ paru (90%) (http://www.indosiar.com). Penyakit tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan bagi bangsa Indonesia dan dunia. WHO menyatakan bahwa sekitar 1,9 milyar manusia, sepertiga penduduk dunia ini telah
terinfeksi kuman tuberkulosis (Deadly Duo, 2004: ii). Dalam pandangan dunia internasional Indonesia merupakan penyumbang kasus TB Paru terbesar di dunia setelah India dan Cina.
Di Indonesia TB Paru kembali muncul sebagai penyebab kematian utama setelah penyakit jantung dan saluran pernafasan (Wahyu Aniwidyaningsih dan Tjandra Yoga Aditama, 2003: 34). Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan nomor 1 dari golongan penyakit infeksi.

Hingga saat ini penyakit ini belum dapat disembuhkan secara sempurna bahkan sebaliknya jumlah penderita baru dari hari ke hari semakin meningkat (Luhur, 2004: 38).
Pada tahun 1999 WHO memperkirakan dari setiap 100.000 penduduk akan ditemukan 130 penderita baru TB Paru dengan Bakteri Tahan Asam Positif (BTA +) (http://www.pikiran-rakyat.com). Diperkirakan setiap tahun ditemukan 450.000 kasus baru TB, dimana sekitar 1/3 penderita terdapat disekitar Puskesmas, 1/3 ditemukan di pelayanan Rumah Sakit/ klinik pemerintah dan swasta, praktek swasta dan sisanya belum terjangkau Unit Pelayanan Kesehatan. Sedangkan kematian karena TB diperkirakan 175.000 per tahun. Penyakit TB ini menyerang sebagian besar kelompok usia kerja produktif (http://ppmplp.depkes.go.id).
Di Jawa Tengah diperkirakan terdapat 100-150.000 penderita pada tahun 1990–1997. Walaupun incidence rate cenderung menurun, tetapi penderita baru menunjukkan peningkatan hingga 4%, dimana 110 dari tiap 100.000 penduduk atau 33.000 orang setiap tahun http://www.suaramerdeka.com).

"Contoh Skripsi Keperawatan Judul Skripsi HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETUGAS LABORATORIUM TB PARU PUSKESMAS DENGAN ERROR RATE HASIL PEMERIKSAAN DAHAK TERSANGKA TB PARU DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2006"

--------------------
Angka pencapaian error rate dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah petugas laboratorium TB Paru, oleh karena petugas laboratorium tersebut memiliki karakteristik individual yang berbeda-beda. Menurut penelitian Yamoto (2001), karakteristik tersebut antara lain umur, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, pelatihan, kesehatan mata, status kepegawaian dan lama bekerja. Sedangkan menurut penelitian Sri Retno Rindjaswati (2001), karakteristik internal antara lain umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama
bekerja dan karakteristik eksternal antara lain kerja rangkap, pendanaan, penghargaan, pelatihan, mikroskop binokuler, reagen Ziehl Neelsen dan kaca sediaan.
Dengan memperhatikan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Hubungan Karakteristik Petugas Laboratorium TB Paru Puskesmas dengan Error Rate Hasil Pemeriksaan Dahak Tersangka TB Paru di Kabupaten Kudus Tahun 2006 ” .

1.2 Rumusan Masalah (Contoh Skripsi Keperawatan)
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas di identifikasi permasalahan yaitu angka error rate (angka kesalahan laboratorium) di Kabupaten Kudus dari tahun 1999 sampai dengan 2005 masih diatas 5% yaitu berkisar 10-15%, bahkan pada triwulan 1 tahun 2006 menduduki peringkat 1 di Jawa Tengah yaitu 13,6%.
Dari identifikasi permasalahan tersebut dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Adakah hubungan karakteristik (latar belakang pendidikan, pelatihan, pengetahuan tentang pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung, status kepegawaian, masa kerja dan beban kerja) petugas laboratorium TB Paru Puskesmas dengan error rate hasil pemeriksaan dahak tersangka TB Paru di
Kabupaten Kudus tahun 2006?” 

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Keperawatan Judul Skripsi HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETUGAS LABORATORIUM TB PARU PUSKESMAS DENGAN ERROR RATE HASIL PEMERIKSAAN DAHAK TERSANGKA TB PARU DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2006 Dari Mulai BAB1 Hingga BAB 5 Penutup termasuk daftar pustaka dan lampiran Silahkan miliki di sini

Contoh Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Judul Skripsi TO IMPROVE STUDENTS' WRITING ABILITY USING CONCEPT MAP IN TEACHING RECOUNT TEXTS

Contoh Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Judul Skripsi TO IMPROVE STUDENTS' WRITING ABILITY USING CONCEPT MAP IN TEACHING RECOUNT TEXTS

CCHAPTER I
INTRODUCTION
A. Background of the Study
Teaching and learning activity in writing need some skills for the students to master. Writing is the difficult skill in language because in writing the students must generate and organize their ideas to solve the difficulties in writing. The difficulty of writing includes spelling, punctuation, word choices, and so on. It must be the higher level skills if the students’ language proficiency is not weak. This is one of the difficulties in writing as well.
Beside that, in writing skills become highly complex. The students must plan and organize as well as possible for the spelling, word choice and punctuation to make a good writing.1 Whereas the ability or skills to write well is a close relationship to academic and professional success. It is stated by Grabowski (1996). He states that:
“Writing, as compared to speaking, can be seen as a more standardized system which must be acquired through special intruction. Mastery of this standard system is an important prerequisite of cultural and educational participation and the maintenance of one’s rights and duties. . . The fact that writing is more standardized than speaking allows for a higher degree of sanctions when people
deviate from that standard.” (Grabowski,1996:75)2
Writing allows the students to share their communication with the contemporaries and future generation. Writing is considered as student failures to get success in learning process. Even the teacher uses the writing as punishment for students. However the students must learn the proper
spelling and grammar in order that they can make a good writing. So they aren’t considered as poor students in English writing.3

Then, the students will be able to write a good writing if the teacher give some approaches to them. There are three approaches to writing. The first approach is products of writing through texts examination, discourse structure, and surface elements. The second approach focuses on the writer
and process concluding expressivist, cognitivist, and situated strands. And the third approach is how the writer engages with the audience or students in creating coherent texts.4
After the students are able to be creative in writing and they have approaches in writing, the teacher must have style in teaching writing especially in recount text. Mary Lynn Crow notes that:
“In the main, a person’s values, beliefs, and philosophy can easily be ascertained by the way he or she teaches.
The instructional strategies and techniques that are adopted by a teacher bespeak his attitudes about himself, his students, and their respective roles in the teaching and learning process.”
In this case, the style in teaching is important for the teacher. But it is difficult to have the elements of styles. To understand the teaching style, the teachers use the basis and must examine themselves because it is systematic manner. They must know the personal qualities and behaviors. So it can
affect the students to learn the ability especially in writing.5
In understanding recount text, the students also encounters problem in implementing the structure of recount text. The students feel confused to differenciate it such as orientation, events, and reorientation. The are also still confused how to make or write recount text correctly.6 In order to
understand a good recount text, they can learn some examples of recount text types such as newspaper reports, conversations, speeches, television interviews, eyewitness accounts, and letters.7

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Judul Skripsi TO IMPROVE STUDENTS' WRITING ABILITY USING CONCEPT MAP IN TEACHING RECOUNT TEXTS  Dari BAB 1 Hingga BAB 5 Penutup Termasuk Daftar Pustaka SIlahkan Miliki Di sini

CONTOH SKRIPSI PEMASARAN JUDUL SKRIPSI PENGARUH EVENT MARKETING TERHADAP VOLUME PENGUNJUNG DI MALL OLYMPIC GARDEN (MOG)

CONTOH SKRIPSI PEMASARAN JUDUL SKRIPSI PENGARUH  EVENT MARKETING TERHADAP VOLUME PENGUNJUNG DI MALL OLYMPIC GARDEN (MOG)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.        LATAR BELAKANG (Contoh Skripsi Pemasaran)
Dewasa ini berbelanja sudah menjadi kebiasaan bahkan menjadi budaya setiap orang dalam kehidupan sehari-hari, karena kebutuhan hidup seseorang semakin hari semakin meningkat yang merangsang pertumbuhan bisnis ritel, apalagi jika pendapatannya selalu mengalami kenainaikan.
Pertumbuhan ritel ini sudah lama ada, bahkan sejak nenek moyang kita sudah ada tempat dimana bisa mencari kebutuhan sehari-hari. Ahirnya dengan adanya perkembangan bisnis retal semakin lama semakin maju diwujudkanlah oleh pelaku bisnis ritel untuk mendirikan sebuah tempat perbelanjaan moderen yang didalamnya menyediakan semua kebutuhan hidup sehari-hari yang didalam pusat perbelanjaan tersebut juga banyak tempat atau stand yang disewakan untuk investor lain dan biasanya dalam sekala kecil, bisnis tempat perbelanjaan moderen ini selain menyediakan sarana berbelanja juga dapat dijadikan tempat untuk bermain dan rekreasi keluarga.
Dengan adanya persaingan yang semakin lama semakin banyak, seperti yang terjadi di Malang saat ini ada matahari group (Matahari Departemen Store & Supermarket, Hypermarket), Hero Group, Ramayana Group, Borobudur, Yogya, Indomart, alfa dan lain-lain, mereka berlomba-lomba untuk membuat strategi dan inovasi pemasaran perusahaan dengan harapan bisa menarik pengunjung sebanyak-banyaknya dengan harapan nantinya bisa meningkatkan jumlah volume pengunjung bagi para penyewa stand atau yang biasa disebut dengan Tenant diperusahaan mereka.
Disinilah pentingnya bagi setiap perusahaan untuk bisa membuat strategi inovasi pemasaran yang bisa mewujudkan kenaikan jumlah volume pengunjung mall dan memenangkan persaingan dalam mendapatkan jumlah pengunjung sebanyak-banyaknya, seperti kebanyakan perusahaan akan berusaha menyusun strategi pemasaran yang dapat menjangkau pasar sasaran dengan seefektif mungkin, setiap strategi pasti akan delengkapi dengan alat-alat pemasaran yang dianggap paling tepat bagi perusahaan yang nantinya akan bisa berdampak pada kenaikan volume pengunjung pada setiap tenan-tenan yang ada pada pusat perbelanjaan tersebut.
Alat-alat tersebut biasa disebut dengan bauran pemasaran (Kotler, 2002:18), mengklarifikasi alat-alat tersebut biasa disebut dengan bauran pemasaran atau 4P dalam pemasaran yaitu produk (Product), Harga (Price), saluran distribusi (Place), dan Promosi (Promotion), tetapi hal itu perlu ditunjang dengan komunikasi yang baik dan efektif antara perusahaan dengan konsumennya.
Efektifitas komunikasi dapat dilakukan pada bauran pemasaran atau alat sarana untuk berkomunikasi dengan konsumennya adalah Promosi. Bisa disebut demikian karena menurut Dunkan (2005:14) Salah satu cara yang ampuh dalam menyampaikan pesan sebuah brand adalah dengan mengajak customer dan potential customer untuk terlibat dalam sebuah promosi Event Marketing yang diselenggarakan perusahaan.
Salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan promosi yang bisa mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya, dan salah satu yang dapat dilakukan Building Managemen pada Mall adalah dengan sering mengadakan Event Marketing dan membuat iklan dimedia cetak dan elektronik yang sesuai dengan target market.
Dalam sebuah Penelitian dilakukan dengan mewawancara 41 Marketing Manager dari berbagai perusahaan di Jakarta, Penggunaan Event Marketing bagi  mereka ternyata bukan hal baru, 95% perusahaan telah menggunakan Event Marketing dan 78%nya mengatakan bahwa Event Marketing dinilai efektif dalam kegiatan pemasaran (Seminar: Event Marketing That Sells!, 29 Mei 2008), oleh karena itu Building Managemen dituntut untuk selalu bisa melaksanakan atau melaksanakan Event Marketing dengan tepat agar dapat diterima oleh target market yang diinginkan sebanyak banyaknya.
Mall Olympic Garden (MOG) adalah perusahan yang berada di tengah Kota Malang merupakan satu dari perusahaan sejenis yang bergerak dibidang property yaitu jasa persewaan tempat untuk usaha dan juga dengan menjul stand yang keduanya ada pada satu tempat yang yang biasa disebut pasar modern atau yang lebih dikenal dengan Mall.
Mall Olympic Garden (MOG) menghadapi persaingan yang ketat dari perusahan sejenis, dapat dilihat dari lokasi perusahaan Mall Olympic Garden (MOG) yang berada  dipusat Kota Malang, oleh karena itu perusahaan harus menetapkan harga dengan baik dan sesuai dengan elemen-elemen bauran pemasaran yang lain,  agar bisa menghadapi persaingan dan dapat meningkatkan jumlah volume pengunjung.
Kontradiksi yang mereka alami saat ini adalah volume pengunjung berdasarkan data bulan agustus 2009 sampai desember 2009 adalah rata-rata 58.922 orang/hari (P. Yuly,  TR/FO spv, MOG). jika dibandingkan dengan Malang Town Square (MATOS) yang kapasitas sekalanya lebih kecil jika dibandingkan dengan Mall Olympic Garden (MOG) dengan rata-rata pengunjung yaitu mencapai 60.000 orang/hari, maka dari itu peneliti menyimpulkan bahwa pengunjung MOG hampir sama atau tidak sebanding dengan besarnya mall yang mereka miliki.
Berdasarkan pada alasan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Event Marketing Terhadap Volume Pengunjung Di Mall Olympic Garden (MOG)”.
1.2.   RUMUSAN MASALAH (Contoh Skripsi Pemasaran)
Berdasar paparan diatas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Apakah Event Marketing berpengaruh secara simultan terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG) ?.
2.    Apakah Event Marketing berpengaruh secara parsial terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG) ?.
3.    Manakah diantara variabel Event Marketing yang paling dominan terhadap volume pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG) ?.
1.3.   TUJUAN MASALAH (Contoh Skripsi Pemasaran)
1.    Untuk mengetahui pengaruh Event Marketing secara simultan terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG)
2.    Untuk mengetahui pengaruh Event Marketing secara Parsial terhadap Volume Pengunjung di Mall Olympic Garden (MOG)

3.    Untuk mengetahui variabel Event Marketing yang paling dominan ?
Selengkapnya terkait CONTOH SKRIPSI PEMASARAN JUDUL SKRIPSI PENGARUH  EVENT MARKETING TERHADAP VOLUME PENGUNJUNG DI MALL OLYMPIC GARDEN (MOG) Dari Mulai BAB 1 Hingga BAB 5 Penutup termasuk Daftar Pustaka Silahkan miliki Di sini

CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN PEMASARAN JUDUL SKRIPSI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG

CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN PEMASARAN JUDUL SKRIPSI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi informasi saat ini, keberadaan informasi menjadi penting, bahkan diakui bahwa informasi bisa dijadikan komoditi yang turut diperhitungkan dalam penentuan kebijakan dan dasar bisnis ekonomi yang dilakukan manusia, baik secara sengaja atau tidak (Prisgunanto, 2006 : 1). Akibat pertumbuhan informasi yang semakin cepat hingga menyebabkan dunia mengalami perubahan. Pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi menjadi salah
satu faktor dominan yang menyebabkan perubahan dalam lingkungan bisnis dan pemasaran. Akibatnya, kondisi pasar menjadi sangat kompetitif dan pola perilaku konsumen yang semakin segmented (Estaswara, 2008 : 154).
Peradaban bisnis sekarang ini telah memasuki era komunikasi. Dengan masuknya era televisi di Indonesia yang dimulai pada awal dekade tahun 1990-an hal ini menandakan dimulainya hubungan antara industri periklanan dan stasiun televisi. Faktanya, pada tahun 2007 angka belanja iklan nasional di media televisi mencapai Rp 23 triliun atau sekitar 66% dari total belanja media dan mengalami kenaikan sekitar 17 % dari tahun sebelumnya (Estaswara, 2008 : 137).
Kehadiran media cetak dan elektronik tidak saja memunculkan sikap serius dari pengusaha, tetapi juga memaksa mereka untuk memperbaiki kualitas produk, barang, dan jasa. Pengusaha tidak hanya menerapkan strategi positioning sebuah produk di pasar melalui penetapan standarisasi mutu dan kualitas pelayanan, tetapi juga berusaha mempertahankan brand position di benak konsumen melalui pemantapan strategi promosi.
Menurut Dance (Estaswara, 2008 : 236), komunikasi pada hakikatnya lebih sekedar informasi. Komunikasi adalah persoalan pemaknaan, persoalan pertukaran simbol, persoalan interaksi dan
persoalan penyampaian. Dan menurut Shimp (Estaswara, 2008 : 11), pemasaran era ini adalah komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran, dimana keduanya tidak pernah dipisahkan.
Komunikasi pemasaran (Kennedy dan Dermawan, 2006 : 4), merupakan kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan pada konsumen dengan menggunakan berbagai media, dengan harapan agar komunikasi dapat menghasilkan tiga perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan yang dikehendaki.
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Karena dengan melakukan komunikasi maka perusahaan melakukan proses edukasi terhadap pasar dengan produknya. Hal ini dapat dibuktikan dengan laporan hasil riset The Nielsen Company Indonesia memaparkan bahwa sepanjang tahun 2008 total belanja iklan nasional di tiga media utama (TV, Koran, Majalah/Tabloid) sebesar Rp 41,7 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 19% dari tahun lalu. Sedangkan untuk kategori kelompok industri, terutama perbankan dan keuangan, belanja iklan mencapai Rp 1,10 triliun atau mengalami peningkat sebesar 7 % bila dibandingkan pada tahun 2007 yang hanya mencapai Rp 1,03 triliun (Majalah Marketing, 2009 hal :16 - 17). Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wisnu Wardana (2007) yang meneliti tentang pengaruh promotion mix terhadap peningkatan jumlah nasabah bank, dari hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa biaya iklan, sales promotion dan personal selling secara bersama-sama mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah. Hal ini menandakan semakin banyak kita memanfaatkan sarana komunikasi pemasaran yang ada, maka akan dapat mempengaruhi
konsumen dalam melakukan pembelian...................

"CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN PEMASARAN JUDUL SKRIPSI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG"


Dari hasil perbandingan jumlah nasabah pengguna produk tersebut dapat dijadikan sebagai ukuran respon positif masyarakat terhadap kehadiran produk pembiayaan dana talangan haji. Produk
khusus ini diciptakan untuk memenuhi keinginan nasabah yang ingin menunaikan ibadah haji namun memiliki kesulitan dana pada saat jatuh tempo pendaftaran haji. Dengan menggunakan produk ini, para nasabah secara langsung terdaftar sebagai calon jamaah haji di Departemen
Agama. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul skripsi “KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG”.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti mengangkat masalah tentang: Bagaimana Bank Syariah Mandiri Cabang Malang membangun komunikasi pemasaran pada produk pembiayaan dana talangan haji?
C. TUJUAN MASALAH
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bagaimana Bank Syariah Mandiri cabang Malang membangun komunikasi pemasaran pada produk pembiayaan dana talangan haji.

Selengkapnya terkait CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN PEMASARAN JUDUL SKRIPSI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN DANA TALANGAN HAJI PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MALANG Dari mulai BAB 1 Hingga bab 5 Penutup termasuk daftar pustaka silahkan miliki di sini

Contoh Skripsi Tekhnik Elektro Judul Skripsi Pengendalian Lengan Robot ROB3 Sebagai Penjejak Bend

Kembali Saya posting Contoh Skripsi Tekhnik Elektro Judul Skripsi Pengendalian Lengan Robot ROB3 Sebagai  Penjejak Bend
 BAB I
 PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang Masalah
 Penggunaan robot di industri semakin meningkat dari waktu ke waktu untuk menangani berbagai tugas, baik tugas yang tidak bisa ditangani manusia  seperti di bidang nuklir, kimia, perjalanan ke luar angkasa dan tugas-tugas lain yang di lakukan di lingkungan yang berbahaya, maupun tugas-tugas yang dapat dilakukan manusia seperti pengelasan, pengangkutan barang, dan tugas-tugas lainnya. Hal ini terjadi karena robot memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki manusia diantaranya : menghasilkan output yang sama ketika mengerjakan suatu pekerjaan secara berulang-ulang, tidak mudah lelah, ketelitian dan kecepatan menyelesaikan tugas, dapat diprogram ulang sehingga dapat difungsikan untuk beberapa tugas yang berbeda, lebih sedikit melakukan kesalahan dibandingkan manusia, kemudahan dalam memonitor kinerja robot, menghemat biaya produksi keseluruhan serta berbagai keuntungan lainnya.

 Diantara berbagai tugas robot tersebut adalah tugas untuk bergerak mengikuti suatu objek dan melakukan tugas lain disaat yang sama misalnya pada industri pengelasan dan pengecatan. Selain itu kemampuan untuk mendeteksi adanya obyek dan bergerak mendekati target sampai jarak tertentu adalah salah satu kemampuan yang diperlukan dalam koordinasi antar robot.
Pendeteksian benda dengan sensor ultrasonik mempunyai kelebihan dibanding pendeteksian benda dengan sensor yang lain karena dengan sensor ini sebuah obyek dapat dideteksi tanpa harus menyentuhnya.


 1.2 Perumusan Masalah
  Lengan Robot ROB3 dapat memiliki banyak fungsi tergantung dari cara pengendalian gerakan lengan. Kemampuan prosesor, driver, aktuator dan sensor yang digunakan dalam keseluruhan sistem robot sangat mempengaruhi proses pengendalian dan hasil dari proses tersebut. Oleh karena itu dalam laporan ini, penulis berusaha untuk mengkombinasikan berbagai kemampuan maupun keterbatasan yang dimiliki sistem robot agar Robot ROB3 memiliki kemampuan untuk mendeteksi benda dan bergerak mendekati benda yang terdeteksi.

1.3 Batasan masalah
Tugas akhir berjudul “Pengendalian Lengan Robot ROB3 Sebagai Penjejak Benda” ini berisi tentang proses pengendalian robot untuk mengikuti benda yang terdeteksi oleh sensor ultrasonik dan berada dalam daerah jangkauan lengan robot ROB3.

Adapun sistem yang dikendalikan dalam tugas akhir ini didesain sedemikian rupa sehingga memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Pendeteksian obyek dilakukan dengan menggunakan tranduser ultrasonik yang di pasang pada tempat tertentu pada lengan robot.
2. Obyek yang diikuti gerakannya oleh robot telah ditentukan spesifikasinya dalam hal bentuk, bahan serta ukuran.
3. Daerah kerja lengan robot di desain sedemikian rupa sehingga memungkinkan tidak adanya gelombang pantulan selain dari obyek yang diikuti.
4. Benda yang digunakan untuk uji coba tidak boleh benda yang bersifat menyerap atau meredam gelombang ultrasonik. 
5. Jarak penempatan benda terhadap robot adalah sedemikian rupa sehingga pada jarak tersebut masih memungkinkan untuk robot bisa mendeteksinya.
6. Dalam pengujian hanya ada satu benda yang harus diikuti oleh robot. 
7. Kecepatan pergerakan robot mengikuti benda disesuaikan dengan kemampuan mikrokontroler dan mekanik robot.
8. Gerakan robot hanya gerakan ke kanan, ke kiri, ke atas dan ke bawah.

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Tekhnik Elektro Judul Skripsi Pengendalian Lengan Robot ROB3 Sebagai  Penjejak Bend Dari mulai BAB 1 Hingga Bab 5 Penutup Silahkan miliki di sini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...