Tampilkan postingan dengan label Skripsi Ekonomi Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi Ekonomi Akuntansi. Tampilkan semua postingan

SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI AKUNTANSI TERBARI TAHUN 2013 DENGAN JUDUL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang skripsi akuntansi 
Laporan keuangan merupakan proses akhir dalam proses akuntansi yangmempunyai peranan penting bagi pengukuran dan penilaian kinerja sebuahperusahaan. Perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya perusahaan yang go public diharuskan membuat laporan keuangan setiap
periodenya. Laporan keuangan tersebut mempunyai tujuan untukmemberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaanyang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangkamembuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan
pertanggungjawaban(stewardship) manajemen atas penggunaan sumber- sumber daya yangdipercayakan kepada mereka.
Dewasa ini, banyak perusahaan berskala besar atau kecil baik yang bersifat profit maupun non profit, mempunyai perhatian yang besar di bidang keuangan.Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, persaingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya semakin tinggi
mengakibatkan adanya perusahaan yang tiba-tiba mengalami kemunduran.Oleh karena itu, agar perusahaan dapat bertahan dan bisa tumbuh berkembang, perusahaan harus mencermati kondisi dan kinerja perusahaan.Untuk mengetahui dengan tepat bagaimana kondisi dan kinerja perusahaan maka dibutuhkan pula suatu analisis yang tepat.
Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji dari pekerjaan bagian pembukuan.Selanjutnya, laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja, tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan yang bersangkutan
dengan melakukan analisis.Melalui hasil analisis tersebut, dapat diketahui pengunaan sumber-sumber ekonomi, kewajiban yang harus dipenuhi dan modal yang dimiliki oleh perusahaan, serta hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan tersebut.
Media yang dapat dipakai untuk menilai kinerja perusahaan adalah laporan keuangan.Laporan keuangan adalah gambaran tentang hasil atau perkembangan usaha perusahaan.Laporan keuangan tersebut digunakan untuk membantu para pemakai laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat diukur dan dilihat melalui laporan keuangan dengan cara menganalisis laporan keuangan. Harahap (2011: 25) mengatakan bahwa kegiatan analisis laporan keuangan merupakan salah satu media untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak, lebih baik, akurat, dan dijadikan sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan.Analisis laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan serta hasil- hasilyang telah dicapai sehubungan dengan pemilihan stategi perusahaan yang akan ditetapkan. Selain itu, dengan melakukan analisis laporan keuangan
perusahaan, maka pimpinan perusahaan dapat mengetahui keadaan finansial perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai diwaktu lampau dan diwaktu yang sedang berjalan.
Sebagaimana diketahui, tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatau perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakainya dalam pengambilan keputusan ekonomi.Artinya, Laporan keuangan merupakan alat untuk memperoleh informasimengenai posisi keuangan dan hasil operasi yang telah dicapai oleh suatuperusahaan. Informasi tersebut nantinya akan digunakan sebagaibahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, baik oleh manajemenperusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.
Sehubungan dengan penilaian kinerja keuangan perusahaan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menarik bagi penulis untuk diteliti. Perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia di mana pada periode 2011 meraup laba bersih Rp 15,481 triliun, meningkat 34,19 % dari periode sebelumnya yakni sebesar Rp 11,537 triliun. Laba tersebut lebih besar dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh oleh PT Indosat Tbk, pesaing terdekat PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang hanya memperoleh laba bersih perioede 2011 sebesar Rp 933 triliun (www.idx.co.id).
Berdasarkan uraian pada latar belakang yang telah dikemukakan di atas, makapenulis tertarik memilih judul: “Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk).
1.2 Rumusan Masalah skripsi akuntansi 
Berdasarkan uraian dan penjelasan dari latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu: Bagaimana kinerja keuangan PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk diukurberdasarkan analisis laporan keuangan dengan menggunakan metode
rasio keuangan dan economic value added?

1.3 Tujuan Penelitian skripsi akuntansi 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PTTelekomunikasi IndonesiaTbk diukur berdasarkan analisis laporan keuangan dengan menggunakan metoderasio keuangan dan economic value added.

1.4 Kegunaan Penelitianskripsi akuntansi 
1.4.1 Kegunaan Teoritis skripsi akuntansi 
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis khususnya yang berkaitan dengan pengukuran kinerja keuangan suatu perusahaan melalui analisis laporan keuangan.

1.4.2 Kegunaan Praktis skripsi akuntansi 
Kegunaan praktis yang diperoleh dari penelitian ini adalah :
1. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapatmenambah pengetahuan, wawasan serta informasi penulis, khususnya mengenai kinerja keuangan yang diukur berdasarkan analisis laporan keuangan suatu perusahaan.
2. Perusahaan
Penelitian diharapkan dapat memberikan informasi, masukan, dan evaluasi yang berguna bagi perusahaan sebagai bahan pertimbangan, perbaikan dan penyempurnaan dalam perkembangan kondisi keuangan perusahaan serta proses pengambilan keputusan.
3. Bagi Masyarakat
Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuanmasyarakat akankinerja keuangan yang diukur berdasarkan analisis laporan keuangan suatu perusahaan.
4. Bagi Praktisi
Penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya menganalisis laporan keuangan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan.

Selengkapnya terkait skripsi akuntansi lengap dari bab1 sampai BAB5 penutup termasuk daftar pustaka silahkan cek di sini

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL AKUNTANSI REVALUASI TANAH DAN BANGUNAN DALAM PELEPASAN ASET TETAP PADA PERUM PERUMNAS REGIONAL VII MAKASSAR

KEMBALI LAGI SAYA AKAN POSTING CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI DARI FOLDER KOMPUTER SAYA DENGAN JUDUL AKUNTANSI REVALUASI TANAH DAN BANGUNAN DALAM PELEPASAN ASET TETAP PADA PERUM PERUMNAS REGIONAL VII MAKASSAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang - Contoh skripsi akuntansi
Informasi pada saat sekarang ini telah menjadi sebuah komoditas, hal ini terjadi karena informasi telah menjadi bagian penting bagi hampir seluruh segi kehidupan. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari terdapat anekdot bahwa barang siapa yang mampu menguasai informasi maka dialah yang menjadi penguasa. 
Begitu besar peran dari informasi. Ketersediaan informasi menjadi bagian yang sangat penting dalam pengambilan keputusan. Setiap keputusan diambil atas berbagai pertimbangan-pertimbangan yang diperoleh dari informasi. Oleh karena itu, kualitas dari sebuah keputusan sangatlah bergantung kepada seberapa banyak informasi yang dapat diperoleh serta seberapa relevan dan andal informasi
tersebut digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.Contoh skripsi akuntansi
Salah satu bentuk informasi dalam bidang ekonomi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter (Kieso; 2002).
Informasi dalam laporan keuangan disajikan dalam bentuk neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan. Adanya laporan keuangan adalah untuk memenuhi kebutuhan akan informasi keuangan dari sebuah entitas oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal untuk pengambilan keputusan bisnis.Conoh skripsi akuntansi

Dalam kerangka konseptual Standar Akuntansi Keuangan (SAK) laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penyusunan laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang benar bagi
para pemakainya, efek dari kesalahan dan penyimpangan dari informasi yang tidak benar sangat fatal karena pengguna informasi dapat mengambil keputusan yang menyesatkan.
Dalam kaitannya untuk dapat menghasilkan informasi keuangan yang berguna, diperlukan pemilihan metode akuntansi yang tepat, jumlah dan jenis informasi yang harus diungkapkan, serta format penyajian melibatkan penentuan alternatif mana yang menyediakan informasi paling bermanfaat untuk tujuan pengambilan keputusan (Kieso:2002). Berdasarkan kerangka konseptual Standar
Akuntansi Keuangan (SAK), informasi yang berguna bagi pemakainya adalah informasi yang memiliki empat karakteristik kualitatif pokok, yaitu: dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan. Agar informasi yang diperoleh dari laporan keuangan dapat diandalkan, maka laporan tersebut harus cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan, baik yang berhubungan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, maupun pengungkapannya.Contoh skripsi akuntansi

Pemilihan metode akuntansi yang tepat diperlukan untuk memastikan setiap elemen-elemen dalam laporan keuangan telah diperlakukan sesuai dengan perlakuan akuntasi yang berlaku. Perlakuan akuntansi berbeda-beda bagi setiap elemen laporan keuangan, perlakuan akuntansi juga berbeda bagi beberapa bidang usaha tertentu yang memiliki karakteristik khusus bila dibandingkan dengan
bidang usaha yang umum.
Pada umumnya, karena karakteristiknya yang unik, perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis mempunyai kemungkinan untuk menyampaikan informasi yang lebih bias dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di bidang lain, terutama dalam hal mengukur, menyajikan, sekaligus
mengungkapkan terutama mengenai aset tetapnya yang berupa aset biologis.
Aset biologis adalah aset yang unik, karena mengalami transformasi pertumbuhan bahkan setelah aset biologis menghasilkan output. Transformasi biologis terdiri atas proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif dalam kehidupan hewan dan tumbuhan tersebut. Aset biologis dapat menghasilkan aset baru yang terwujud dalam agricultural produce atau berupa tambahan aset biologis dalam kelas yang
sama. Karena mengalami transformasi biologis itu maka diperlukan pengukuran yang dapat menunjukkan nilai dari aset tersebut secara wajar sesuai dengan kontribusinya dalam menghasilkan aliran keuntungan ekonomis bagi perusahaan.

International Accounting Standard Committee (IASC) telah mempublikasikan dalam International Financial Reporting Standards (IFRS), perlakuan akuntansi bagi aset biologis yang diatur dalam International Accounting Standard 41 (IAS 41) yang melingkupi tentang akuntansi bagi sektor
usaha agrikultur. Berbeda dengan IFRS, dalam PSAK belum diatur tentang perlakuan akuntansi bagi aset biologis secara spesifik, sehingga belum ada standar yang mengatur tentang bagaimana informasi mengenai aset biologis dapat menjadi informasi yang andal dan relevan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Sehubungan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Perlakuan Akuntansi Aset Biologis PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Persero)”.

1.2 Rumusan Masalah - Contoh skripsi akuntansi
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 
1. Perlakuan akuntansi aset biologis PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero).
2. Kualitas informasi berkaitan dengan aset biologis PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) berdasarkan perlakuan akuntansi yang diterapkan.
3. Perbandingan antara perlakuan akuntansi aset biologis PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) dengan perlakuan akuntansi aset biologis berdasarkan IFRS.

1.3 Batasan Penelitian - Contoh skripsi akuntansi
Penelitian ini merupakan studi kasus dan penulis tidak dapat mempengaruhi objek penelitian.
Penulis membatasi penelitian ini dengan mengambil objek penelitian hanya pada aset biologis berupa tanaman perkebunan yang dimiliki oleh perusahaan PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero).

Selengkapnya terkait contoh skripsi akuntansi ini dari BAB1 Sampai BAB 6 Pentup termasuk daftar pustaka, Silahkan miliki di sini

JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA

KEMBALI LAGI SAYA AKAN POSTING TERKAIT CONTOH SRIPSI AKUNTASI KALI INI JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Skripsi Akuntansi 
Bank adalah lembaga keuangan yang menjual kepercayaan dan dihadapkan pada banyak resiko sehingga bank harus mengelolanya dengan baik dan prudential serta dituntut untuk transparan dalam penyampaian laporan keuangannya. Untuk menjaga hal tersebut maka kemampuan bank untuk memiliki kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan yang baik menjadi hal yang penting karena akan menjadi bahan pertimbangan para investor yang ingin menginvestasikan dananya ke bank tersebut yang tercermin melalui nilai perusahaan. Dengan demikian, praktik tata kelola menjadi sangat penting dengan semakin meningkatnya resiko yang dihadapi bank.
Tujuan utama dari kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan adalah memperoleh laba. Laba merupakan syarat perusahaan untuk dapat terus hidup dan berkembang sesuai dengan prinsip going concern. Agar perusahaan dapat mencapai suatu tingkat laba yang memuaskan salah satu caranya adalah dengan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sosialnya atau yang lebih dikenal Corporate Social Responsibility (CSR). Praktik tanggung jawab sosial pada umumnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Contoh Skripsi Akuntansi

Walaupun akan menambah biaya bagi perusahaan, namun pasti akan timbul suatu brand image perusahaan di mata masyarakat, yang secara tidak langsung akan menarik masyarakat untuk menggunakan produk perusahaan tersebut. Sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Untuk mengukur sejauh mana perubahan tingkat profitabilitas setelah menerapkan CSR dapat digunakan dengan menghitung rasio Return on Asset perusahaan sebelum dan sesudah penerapan CSR. ROA dianggap memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena menunjukkan efektivitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh pendapatan. Pemerintah juga telah membuat suatu peraturan perpajakan dalam PMK-02/PMK.03/2010 pasal 2
dimana besarnya biaya promosi dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sehingga dapat mengurangi jumlah pajak penghasilan yang dibayar perusahaan. Contoh Skripsi Akuntansi

Hal ini merupakan insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada perusahaan- perusahaan yang telah menerapkan praktik Corporate Social Responsibility secara konsisten. Dengan peraturan tersebut diharapkan perusahaan akan menerima timbal balik yang positif setelah menerapkan CSR.
Menurut Kotler dan Lee (Ismail, 2009:35) penerapan CSR dapat menurunkan biaya operasi suatu perusahaan. Hal tersebut dikarenakan setelah diterapkannya CSR, perusahaan akan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran produk dan menggantinya dengan biaya CSR. Walaupun biaya CSR yang dikeluarkan pada awalnya merupakan biaya pertanggungjawaban
perusahaan terhadap lingkungan sekitar, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan CSR tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap kegiatan promosi perusahaan dan akhirnya akan meningkatkan penjualan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan mengurangi biaya promosi produknya yang akan berpengaruh pada penurunan biaya operasi perusahaan. Contoh Skripsi Akuntansi
Setiap perusahaan pasti mempunyai karakteristik atau ciri khas yang menggambarkan perusahan tersebut, karakteristik itulah yang membedakan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya. Karakteristik perusahaan merupakan ciri-ciri dari suatu perusahaan yang menggambarkan bentuk badan usaha yang dapat dilihat dari struktur modalnya, peraturan dan prosedur pendiriannya, perubahan serta pembubarannya, size perusahaan, dan profitabilitasnya. Karakteristik perusahaan adalah ciri khas yang melekat dalam suatu entitas usaha yang dapat dilihat dari beberapa segi, diantaranya jenis usaha atau industri, struktur kepemilikan, tingkat likuiditas, tingkat profitabilitas, dan ukuran perusahaan. Nurliana Safitri, 2008 dalam Sri Utami, 2011.
-----------------
Dalam penelitian ini peneliti memilih sampel pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Alasan peneliti memilih perusahaan perbankan karena perusahaan perbankan dianggap dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam dan sosial yang relatif tinggi sehingga pengungkapan sosial sangat diperlukan oleh perusahaan. Oleh karena itu penulis tertarik memilih judul dalam penelitian ini adalah : “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap
Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Pada Perusahaan Perbankan Yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia “.


1.2 Rumusan Masalah Contoh Skripsi Akuntansi 

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka disajikan rumusan masalah sebagai berikut : ” Apakah karakteristik perusahaan (size, umur perusahaan, ROA, ukuran dewan komisaris, dan leverage) berpengaruh terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.”

1.3 Tujuan Penelitian Contoh Skripsi Akuntansi 
Adapun tujuan penelitian ini, yaitu : ”Untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan (size, umur perusahaan, ROA, ukuran dewan komisaris, dan leverage) berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

1.4 Kegunaan Penelitian Contoh Skripsi Akuntansi 
Kegunaan diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Investor, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar masukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
2. Bagi akademisi, memberikan sumbangan pemikiran tentang pentingnya pengungkapan sosial dalam laporan tahunan, terutama perusahaan perbankan yang ada di Indonesia untuk memperhatikan lingkungan alam dan sosial.
3. Bagi masyarakat, akan memberikan stimulus secara proaktif sebagai pengontrol atas perilaku-perilaku perusahaan dan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak yang harus diperoleh.
4. Bagi Penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa tambahan karakteristik pengungkapan CSR dalam laporan tahunan di Indonesia. Serta memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai CSR terhadap profitabilitas.

Selengkapnya terkait Contoh Skripsi Akuntansi ini lengkap dari BAB1 hingga BAB5 Penutup silahkan miliki di sini

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU PENGARUH KEAHLIAN, INDEPENDENSI, DAN ETIKA TERHADAP KUALITAS AUDITOR PADA INSPEKTORAT PROVINSI MALUKU UTARA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Skripsi Akuntansi Terbaru

Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, adil, transparan, dan akuntabel harus disikapi dengan serius dan sistematis. Segenap jajaran penyelenggara negara, baik dalam tataran eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus memiliki komitmen bersama untuk menegakkan good governance dan clean government.
Beberapa hal yang terkait dengan kebijakan untuk mewujudkan good governance pada sektor publik antara lain meliputi penetapan standar etika dan perilaku aparatur pemerintah, penetapan struktur organisasi dan proses pengorganisasian yang secara jelas mengatur tentang peran dan tanggung jawab serta akuntabilitas organisasi kepada publik, pengaturan sistem pengendalian
organisasi yang memadai, dan pelaporan eksternal yang disusun berdasarkan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.Contoh Skripsi Akuntansi Terbaru

Berkaitan dengan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, dalam pasal 9 ayat (1) UU Nomor 15 Tahun 2004 disebutkan bahwa: “Dalam menyelenggarakan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, BPK dapat memanfaatkan hasil pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah.” Seperti telah disebutkan di atas, peran dan fungsi audit internal termasuk unsur yang penting dalam sistem pengendalian organisasi yang memadai. Untuk dapat mendukung efektivitas pelaksanaan audit oleh auditor eksternal sesuai amanat pasal 9 ayat (1) tersebut di atas maka peran dan fungsi audit internal perlu diperjelas dan dipertegas.Contoh Skripsi Akuntansi Terbaru

Kondisi saat ini, masih ada daerah dalam penyelenggaraan pemerintahannya yang belum siap dengan sistem pemerintahan yang baru untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai dengan tatakelola pemerintahan yang baik. Banyak terjadi kasus di sejumlah daerah yang berkaitan dengan masalah korupsi, ketidakberesan, penyalahgunaan wewenang dan jabatan, pelanggaran, dan masih banyak lagi kasus pidana lainnya.

Hal ini dibuktikan dengan adanya fenomena seperti yang baru saja terjadi pada BPK Perwakilan Jawa Barat (10/11/2010, http:/infokorupsi.com), terdapat kasus penyuapan yang juga banyak melibatkan oknum pejabat pemerintah kota bekasi, salah satu dari sekian jumlah diantaranya kepala inspektorat pemkot bekasi. Tentu saja hal ini merupakan tantangan nyata dan tak dapat dipungkiri
bahwa hal yang sama juga mungkin atau bahkan dapat terjadi di daerah lain di Indonesia hanya karena faktor momentum waktu dan kesempatan. Semoga hal – hal yang seperti ini menjadi satu catatan penting dan contoh buruk yang ada ini bisa menjadi batasan indikator sehingga tidak lagi terjerumus ke dalam hal yang serupa.
Mengapa hal ini dapat terjadi? Lemahnya pengendalian internal dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan salah satu penyebab terjadinya ketidakefisienan dan ketidakefektifan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan tentunya berdampak pada pemborosan anggaran dan keuangan daerah. Di samping itu, akibat lemahnya pengendalian internal dalam penyelenggaraan, Contoh Skripsi Akuntansi Terbaru

pemerintahan daerah, ada sebagian oknum di lingkungan pemerintahan daerah yang tidak atau belum siap dengan berlakunya otonomi daerah, terutama berkaitan dengan masalah etika dan moral dari oknum pejabat pemerintahan daerah tersebut yang rendah. Di sisi lain, masih menjadi tanda tanya besar di kalangan profesi audit internal mengenai sejauh mana peran serta dari fungsi pengawasan termasuk para pejabat pengawas yang berada di lingkungan fungsi pengawasan atau
inspektorat daerah, baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, terutama dalam upaya untuk mengawal berbagai kegiatan dan program pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang memenuhi prinsip tata kelola pemerintahan daerah yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Badan Pengawas Daerah (Bawasda) atau yang sekarang ini lebih dipopulerkan dengan sebutan Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota (selanjutnya di singkat dengan Inspektorat) merupakan suatu lembaga pengawasan di lingkungan pemerintahan daerah, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, atau kota, memainkan peran yang sangat penting dan signifikan untuk kemajuan dan keberhasilan pemerintah daerah dan perangkat daerah di lingkungan pemerintahan daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Selengkapnya terkait contoh skripsi ini silahkan miliki di sini

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA PT. SEMEN BOSOWA MAROS

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang - Contoh Skripsi Akuntansi
You can not manage what you can not measure, demikian guru manajemen Peter Drucker pernah berujar. Spirit kalimat ini mengindikasikan bahwa pengelolaan kinerja manajemen atau kinerja bisnis selalu harus dilakoni melalui proses dan hasil yang terukur. Tanpa manajemen yang berbasis pada indicator yang terukur dan objektif, sebuah gerak organisasi bisnis bisa terpeleset menjadi sejenis paguyuban yang tidak produktif.

Sumber : Peter Drucker (1992). The Man Who Invented Management. Selama ini pengukuran kinerja secara tradisional hanya menitikberatkan pada sisi keuangan. Manajer yang berhasil mencapai tingkat keuntungan yang tinggi akan dinilai berhasil dan memperoleh imbalan yang baik dari perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan yang semata-mata dari sisi keuangan akan dapat menyesatkan, karena kinerja keuangan yang baik saat ini dapat dicapai dengan mengorbankan kepentingan-kepentingan jangka panjang perusahaan. Dan sebaliknya, kinerja keuangan yang kurang baik dalam jangka pendek dapat terjadi karena perusahaan melakukan investasi-investasi demi kepentingan jangka panjang.Contoh Skripsi Akuntansi

Untuk mengatasi masalah tentang kelemahan system pengukuran kinerja perusahaan berfokus pada aspek keuangan dan mengabaikan kinerja non keuangan, seperti kepuasan pelanggan, produktivitas karyawan, dan sebagainya, maka diciptakanlah sebuah model pengukuran kinerja yang tidak hanya mencakup keuangan saja melainkan non keuangan pula, yaitu konsep Balanced Scorecard (BSC).
Konsep Balanced Scorecard merupakan  suatu sarana untuk mengkomunikasikan persepsi strategis dalam suatu perusahaan secara sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai pihak dalam perusahaan, terutama pihak- pihak dalam organisasi yang akan merumuskan strategi perusahaan. Pengertian Balanced Scorecard sendiri jika diterjemahkan bisa bermakna sebagai rapor kinerja yang seimbang (Balanced). Scorecard adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang dan/atau suatu kelompok, juga untuk mencatat rencana skor yang hendak diwujudkan.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penerpa konsep Balance Scorecard sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan sebab Balanced Scorecard yang telah dilakukan dapat menghasilkan perbaikan dan perubahan strategis yang dilakukan untuk pencapaian kinerja yang akan dicapai dalam pengelolaan unit usaha perusahaan. Menurut pendekatan Balanced Scorecard, manajemen atas menerjemahkan strategi mereka ke dalam ukuran kinerja yang dapat dipahami dan
dapat dilakukan oleh karyawan. Dengan demikian, Balanced Scorecard merupakan suatu sistem pengukuran kinerja manajemen yang diturunkan dari visi dan strategi serta merefleksikan aspek-aspek terpenting dalam suatu bisnis.Contoh Skripsi Akuntansi

Berdasarkan pengalaman dalam perusahaan yang mengimplementasikan Balanced Scorecard, diketahui bahwa terjadi perbaikan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena seluruh karyawan di dalam perusahaan mengerti secara jelas bahwa aktifitas yang mereka lakukan berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian visi dan misi serta strategi perusahaan. Atau dengan kata lain bahwa aktifitas strategi telah menjadi kegiatan seluruh karyawan dalam perusahaan. Sehingga mereka menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dengan suatu hubungan yang terjadi dalam perusahaan.Contoh Skripsi Akuntansi

PT. Semen Bosowa merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang industri semen. Dalam melaksanakan aktivitas operasinya sebagai perusahaan industri semen, maka perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan kinerja perusahaan, namun dalam tahun terakhir kinerja perusahaan pengalami penurunan. Penilaian kinerja perusahaan belum dilakukan dengan metode
Balanced Scorecard, tetapi perusahaan hanya menggunakan analisis laporan keuangan (rasio keuangan). Oleh karena itu untuk dapat menentukan kinerja, perusahaan dapat menerapkan Balanced Scorecard sebagai alat ukur berbasis strategis, seperti financial perpectice, internal proses business perspective, customer perspective, dan learning dan growth. Keunggulan penerapan Balanced Scorecard adalah untuk dapat memberikan ukuran yang dapat dijadikan sebagai
dasar dalam perbaikan strategis. Contoh Skripsi Akuntansi

Dari uraian diatas. Penulis merasa tertarik untuk menulis skirpsi dengan judul: “Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja pada PT Semen Bososwa Maros”.

1.2 Rumusan Masalah - Contoh Skripsi Akuntansi
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka penulis dapat mengidentifikasikan masalah-malasah yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya dengan cara menganalisa bagaimana perusahaan menilai kinerja secara komprehensif. Oleh karena itu, penulis merumuskan masalah yang ingin diteliti, yaitu : “Bagaimana Kinerja PT. Semen Bosowa Maros jika diukur dengan
pendekeatan balanced scorecard ?”.

SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA PT. SEMEN BOSOWA MAROS DARI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP SILAHKAN MILIKI DI SINI

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN HARGA POKOK KAMAR HOTEL PADA HOTEL COKLAT MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang -  Contoh Skripsi Akuntansi 
Demi menjaga kelangsungan hidup perusahaan, visi mempertahankan dan meningkatkan prestasi dan prestise sangat dibutuhkan. Untuk itu setiap perusahaan akan berorientasi pada peningkatan perolehan laba yang optimal sebagai visi pengembangan usahanya.
Iklim kompetitif mengharuskan perusahaan untuk mampu bersaing. Untuk dapat bersaing dalam pasar bebas, maka manajemen perusahaan harus mampu mengelola seluruh potensi yang ada pada perusahaan secara efektif dan efisien.
Tidak banyak orang yang memahami bahwa harga pokok produk dan jasa merupakan refleksi kemampuan suatu organisasi dalam memproduksi barang dan jasa. Semakin tinggi kemampuan mengelola biaya (cost), maka akan semakin baik produk dan jasa yang ditawarkan pada pelanggan baik dari sisi harga maupun kualitas.Contoh Skripsi Akuntansi 

Salah satu usaha yang mungkin dapat ditempuh oleh perusahaan adalah dengan mengendalikan faktor-faktor dalam perusahaan, seperti mengurangi dan mengendalikan biaya, tanpa harus mengurangi kualitas dan kuantitas produk yang telah ditetapkan. Pengendalian biaya akan lebih efektif bila biaya-biaya diklasifikasikan dan dialokasikan dengan tepat. Semakin menjamurnya perusahaan jasa terutama yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan, menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar hotel. Contoh Skripsi Akuntansi
Keberhasilan dalam memenangkan persaingan tersebut ditentukan oleh beberapa hal antara lain quality, services dan price.
Services adalah kuantitas atau ragam pelayanan yang disediakan pihak hotel terhadap pelanggannya misalnya fasilitas kolam renang, restoran, fitness center, bar, dan lain sebagainya. Quality merupakan kualitas pelayanan terhadap konsumen, hal ini lebih menekankan pada kepuasan konsumen terhadap suatu jenis pelayanan. Kebersihan kolam yang selalu terjamin, rasa masakan yang sesuai dengan selera konsumen, alat-alat kebugaran yang lengkap dan berfungsi dengan baik, keramahan karyawan hotel merupakan contoh dari kualitas pelayanan yang disediakan pihak hotel terhadap tamu atau konsumennya.
Selain quality dan services, price merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam perebutan hati para konsumen maupun calon konsumen. Price adalah jumlah nominal yang harus dibayarkan oleh konsumen atas pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel atau penyedia jasa. Jika ada perbandingan antara beberapa hotel dengan quality dan services yang sama dalam hal penentuan harga dan mengabaikan faktor loyalitas konsumen terhadap produsen atau penyedia jasa, konsumen akan cenderung memilih hotel yang lebih murah.Contoh Skripsi Akuntansi 

Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan dituntut untuk bisa menjalankan manajemen perusahaannya agar menjadi efisien dan kompetitif.
Semakin tinggi tingkat persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang sama, maka tingkat persaingan akan semakin tinggi. Oleh karena itu diperlukan strategi-strategi perusahaan yang bisa memenangkan perusahaan dalam persaingan. Salah satu strategi yang digunakan untuk bisa memenangkan dalam persaingan adalah penekanan harga jual produk. Dengan harga jual yang semakin rendah, maka tingkat penjualan produk menjadi tinggi.Contoh Skripsi Akuntansi

Harga pokok mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan harga jual produk. Penetapan biaya yang lebih tepat akan menghasilkan harga pokok produksi/jasa yang lebih akurat. Oleh karena itu, perusahaan harus benar- benar serius menangani harga pokok produksinya. Dalam perhitungan biaya produk untuk menentukan harga pokok produksi/ jasa masih banyak perusahaan
yang menggunakan sistem tradisional metode full costing (Mulyadi, 2001 :83). Dalam sistem akuntansi tradisional, pembebanan biaya produksi dilakukan atas biaya langsung dan tidak langsung yang berhubungan dengan produk. Secara tradisional, pembebanan biaya atas biaya tidak langsung dilakukan dengan menggunakan dasar pembebanan secara menyeluruh atau per departemen. Hal ini
akan menimbulkan banyak masalah karena produk yang dihasilkan tidak dapat mencerminkan biaya yang sebenarnya diserap untuk menghasilkan produk tersebut. Sebagai akibatnya akan muncul produk under costing dan produk over costing. Contoh Skripsi Akuntansi

Inilah yang mendasari dikembangkannya metode Activity Based Costing (ABC). Metode Activity Based Costing (ABC) adalah suatu metode perhitungan yang sederhana untuk menentukan harga pokok produk/jasa dengan dasar bahwa aktivitaslah yang menyebabkan biaya itu timbul, bukan dari produk dan produklah yang mengkonsumsi aktivitas. Dalam Activity Based Costing (ABC), biaya-biaya tidak dapat langsung dapat ditentukan melalui aktivitas yang dilaluinya dan biaya untuk masing-masing aktivitas tesebut kemudian dibebankan produk atas dasar konsumsi yang masing-masing produk pada aktivitas.Contoh Skripsi Akuntansi

Sistem Activity Based Costing dapat menyediakan informasi perhitungan biaya yang lebih baik dan dapat membantu manajemen mengelola perusahaan secara efisien serta memperoleh pemahaman yang lebih baik atas keunggulan kompetitif, kekuatan, dan kelemahan perusahaan. Sehingga dengan metode Activity Based Costing dapat menyajikan informasi harga pokok produk/jasa secara cermat dan akurat bagi kepentingan manajemen.

SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI JUDUL ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN HARGA POKOK KAMAR HOTEL PADA HOTEL COKLAT MAKASSAR DARI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP MILIKI DI SINI

Skripsi Akuntansi Judul Pengaruh Penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) Terhadap Abnormal Return Dan Volume Perdagangan Saham

Kembali lagi saya akan posting koleksi Skripsi Akuntansi Judul Pengaruh Penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) Terhadap Abnormal Return Dan Volume Perdagangan Saham

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Skripsi Akuntansi
Pelaporan merupakan komponen penting dalam setiap kegiatan, baik sebagai media pengungkapan (disclosure) maupun perangkat evaluasi dan monitoring bagi perusahaan terbuka. Termasuk di antaranya yang akan menjadi wilayah publik, berupa laporan keuangan, laporan CSR (Corporate Social Responsibility / Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) ataupun laporan berkelanjutan (sustainability report) yang menjadi penilaian awal atas kredibilitas suatu perusahaan. Pada umumnya, laporan keuangan merupakan referensi utama bagi para investor/calon investor dalam menilai kinerja perusahaan dan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan. Namun dalam dekade terakhir ini, khususnya di Indonesia, pelaporan berkelanjutan (sustainability reporting) mulai mendapat perhatian khususnya dari kalangan investor. Skripsi Akuntansi

Investor tidak lagi hanya mengandalkan laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan sebagai alat untuk mengambil keputusan investasi.
Bagi perusahaan, pelaporan berkelanjutan bisa dijadikan sebagai alat untuk meyakinkan pemegang saham (investor) dan calon investor. Hal ini diakibatkan mulai berkurangnya kepercayaan masyarakat pasca kasus Enron, Desember 2001. Owen (2005) mengatakan bahwa kasus Enron di Amerika telah menyebabkan perusahaan- perusahaan lebih memberikan perhatian yang besar terhadap pelaporan sustainabilitas dan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hal tersebut semakin menguatkan pendapat Wallman (1995) dalam Budiman (2009) yang mengatakan bahwa informasi
yang dikenal selama ini, yaitu laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan kemanfaatanya semakin berkurang. Isu-isu yang berkaitan dengan reputasi, manajemen resiko dan keunggulan kompetitif nampak menjadi kekuatan yang mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan informasi sosial. Skripsi akuntansi

Pengungkapan terhadap aspek social, ethical, environmental dan sustainability (SEES) sekarang ini menjadi suatu cara bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan bentuk akuntabilitasnya kepada para stakeholder. Sustainability reporting sebagaimana yang direkomendasikan oleh Global Reporting Initiative (GRI) terfokus pada tiga aspek kinerja yaitu ekonomi (economic), lingkungan
(environmental), dan sosial (social). Ketiga aspek ini dikenal dengan Triple Bottom Line. Bentuk pelaporan ini diharapkan mempunyai hubungan yang positif pada kinerja yaitu antara corporate social responsibility dan Corporate Financial Performance (CFP) Sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan isu-isu keberlanjutan, permintaan akan laporan keberlanjutan oleh para investor juga semakin meningkat, terutama para investor yang berminat untuk mendanai usaha yang berwawasan sosial dan ramah lingkungan.
Implementasi pelaporan berkelanjutan di Indonesia didukung oleh sejumlah aturan seperti UU No 23/1997 tentang manajemen lingkungan, aturan yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia mengenai prosedur dan persyaratan listing dan PSAK (Sihotang, 2008) dalam Budiman (2009). Pelaporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan perseroan terbatas di Indonesia telah diwajibkan melalui Pasal 66 Ayat 2 Undang-Undang No.40/ 2007 tentang
Perseroan Terbatas. Sejak beberapa tahun terakhir Bapepam-LK telah pula mengeluarkan aturan yang mengharuskan emiten mengungkapkan pelaksanaan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di dalam laporan tahunan perusahaan.
Meskipun telah didukung oleh peraturan, dan undang-undang, akan tetapi praktek penerapan sustainability reporting di Indonesia dinilai masih rendah. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Global Reporting Initiative (2004) menunjukan bahwa selama tahun 2001-2003, pelaporan mengenai informasi tentang lingkungan dan sosial baru sebesar 1% dari seluruh negara di benua Asia dan Australia.

Untuk memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang telah menyelenggarakan laporan berkelanjutan (sustainability report), baik yang diterbitkan secara terpisah maupun terintegrasi dalam laporan tahunan (annual report). Pada tahun 2005 Ikatan Akuntan Indonesia dan National Center for Sustainability Reporting (NCSR), yang beranggotakan Indonesian Netherlands Association (INA), Forum fo Corporate Governance in Indonesia (FCGI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengadakan sebuah event penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA). ISRA adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan – perusahaan yang telah membuat pelaporan atas kegiatan yang menyangkut aspek lingkungan dan sosial disamping aspek ekonomi untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) perusahaan itu sendiri, dengan indikator penelitian yang meliputi kelengkapan (40%),
kredibilitas (35%), dan komunikasi (25%). Dengan diadakannya ISRA diharapkan mampu untuk memotivasi perusahaan – perusahaan untuk menerapkan Sustainability Reporting, sebagai bentuk pelaporan pertanggung jawaban sosial perusahaan sehingga dapat berbentuk good corporate governance.

Selengkapnya terkait Skripsi Akuntansi Judul Pengaruh Penghargaan Indonesia Sustainability Reporting Awards (ISRA) Terhadap Abnormal Return Dan Volume Perdagangan Saham dari mulai BAB1 hingga BAB 5 penutup termasuk daftar pustakan di sini

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI EVALUASI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA LEMBAGA PERBANKAN (Studi Empiris Pada PT. Bank Central Asia (P2ersero) Tbk)

ADA BANYAK CONTOH SKRIPSI YANG KAMI PUNYA SALAH SATUNTA YANG AKAN SAYA POSTING INI CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI DENGAN JUDUL "EVALUASI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA LEMBAGA PERBANKAN (Studi Empiris Pada PT. Bank Central Asia (P2ersero) Tbk)"

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang Penelitian - Contoh skripsi akuntansi
Krisis yang melanda pada pertengahan 1997 membuat perekonomian Indonesia tidak stabil. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya corporate governance. Hal ini ditandai dengan kurang transparannya pengelolaan perusahaan sehingga control public menjadi sangat lemah dan terkonsentrasinya pemegang saham besar pada beberapa keluarga yang menyebabkan campur
tangan pemegang saham mayoritas pada manajemen perusahaan sangat terasa dan menimbulkan konflik kepentingan yang sangat menyimpang dari norma - norma tata kelola perusahaan yang baik ditambah lagi globalisasi yang sedang terjadi saat ini mengakibatkan terjadinya perubahan besar-besaran dalam bidang sosial politik dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan tata kelola yang baik (good corporate governance) pada setiap sektor perekonomian di Indonesia agar dapat menjaga kelangsungan (survive) demi meningkatkan perekonomian Indonesia. Contoh skripsi akuntansi

Kajian mengenai corporate governance meningkat dengan pesat seiring dengan terbukanya skandal keuangan berskala besar seperti skandal Enron, Tyco, WorldCom, Maxwell, Polypec dan lain-lain. Oleh karena itu saat ini isu good corporate governance menjadi sangat penting. Keruntuhan perusahaan - perusahaan public tersebut dikarenakan oleh strategi, prosedur maupun praktik
curang (fraud) dari manajemen puncak yang berlangsung cukup lama karena lemahnya pengawasan yang independen oleh corporate boards.
Menurut Penelitian Jhonson dkk (2000) salah satu penyebab krisis ekonomi pada negara-negara di asia pada tahun 1997 adalah karena lemahnya praktek - praktek good corporate governance pada wilayah tersebut. Iskandar Chamlou (2000) juga menyampaikan bahwa krisis ekonomi yang terjadi dikawasan Asia Tenggara dan negara lain bukan hanya akibat faktor ekonomi makro namun juga
karena lemahnya corporate governance yang ada di negara - negara tersebut sehingga mereka masuk kedalam peringkat krisis ekonomi yang berkepanjangan, seperti, lemahnya enforcement hukum, standar akuntansi, dan pemeriksaan keuangan (auditing) yang belum mapan, pengawasan komisaris dan terabaikannya hak minoritas.
Pengelolaan perusahaan (corporate governance) dalam dunia ekonomi merupakan hal yang dianggap penting sebagaimana yang terjadi dalam pemerintahan negara. Implementasi good corporate governance (GCG) pada saat ini bukan lagi sekedar kewajiban, namun telah menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan dan organisasi. Pernyataan tersebut telah menegaskan
bahwa perusahaan - perusahaan memiliki kedudukan penting dalam menjalankan perannya dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Krisis perbankan di Indonesia yang dimulai pada akhir tahun 1997 bukan semata-mata diakibatkan oleh krisis ekonomi, tetapi juga di akibatkan oleh belum di implementasikannya good corporate
governance dan etika yang melandasinya. Oleh karena itu, usaha mengembalikan kepercayaan kepada dunia perbankan Indonesia melalui restrukturisasi dan rekapitalisasi, hanya dapat mempunyai dampak jangka panjang apabila disertai tiga tindakan penting, yakni: (1) Ketaatan terhadap prinsip kehati-hatian ; (2) Pelaksanaan Good Corporate Governance; (3) Pengawasan yang efektif dari otorisasi pengawasan bank.

Kajian yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) menunjukkan beberapa faktor yang memberi kontribusi pada krisis di Indonesia. Pertama, konsentrasi kepemilikan perusahaan yang tinggi; kedua, tidak efektifnya fungsi pengawasaan dewan komosaris; ketiga, inefisiensi dan rendahnya transparansi menegenai prosedur pemgendalian merger dan akuisisi perusahaan; keempat, terlalu tingginya ketergantungan pada pandangan eksternal; dan kelima, ketidak
memadainya pengawasan oleh para kreditor.
Banyak ahli yang berpendapat bahwa kelemahan di dalam penerapan good corporate governance merupakan salah satu sumber kerawanan ekonomi yang menyebabkan memburuknya perekonomian negara-negara tersebut pada tahun 1997 dan 1998 (Husnan, 2001). Pelaksanaan good corporate governance (GCG) sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat dan dunia internasional sebagai syarat mutlak bagi dunia perbankan untuk berkembang
dengan baik dan sehat. Tantangan terkini yang dihadapi karena prinsip-prinsip dan praktik good corporate governance masih belum dipahami secara luas oleh komunitas bisnis dan publik pada umumnya (Daniri, 2005).

Kendala yang dihadapi dalam penerapan prinsip good corporate governance saat ini di Indonesia adalah maraknya praktik korupsi, pengelembungan biaya, kolusi serta nepotisme yang masih tumbuh subur dan terus dipupuk dibanyak perusahaan swasta maupun pemerintah.
Corporate governance pada industri perbankan di negara berkembang seperti halnya di Indonesia pada pasca-krisis keuangan menjadi semakin penting mengingat beberapa hal.

Pertama, bank menduduki posisi dominan dalam sistem ekonomi, khususnya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi (King dan Levine, 1993).

Kedua, negara yang ditandai oleh pasar modal yang belum berkembang, bank berperan utama bagi sumber pembiayaan perusahaan.

Ketiga, bank merupakan lembaga pokok dalam mobilisasi simpanan nasional.

Keempat, liberalisasi sistem perbankan baik melalui privatisasi maupun diregulasi ekonomi menyebabkan manajer bank memiliki keleluasaan yang lebih besar dalam menjalankan operasi bank (Arun, Turner, 2003).

SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI EVALUASI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA LEMBAGA PERBANKAN (Studi Empiris Pada PT. Bank Central Asia (P2ersero) Tbk) DARI BAB1 - BAB5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA BISA ANDA DOWNLOAD TATA CARANYA SILAHKAN CEK DI SINI

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...