Contoh Skripsi Akuntansi Analisis Hubungan Cost-Volume-Profit (CVP) untuk Perencanaan Laba pada Hotel Losari Beach
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Skripsi AKuntansi
Era globalisasi yang penuh dengan tantangan dan rintangan dalam dunia usaha ada di depan mata. Hal ini membuat persaingan bisnis semakin sulit, terutama bagi perekonomian negara kita yang masih terus dilanda krisis. Dengan perkembangan dunia usaha dewasa ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, maka persaingan antar perusahaan khususnya yang sejenis semakin meningkat. Untuk menjaga kesinambungan hidup perusahaan
dalam menghadapi persaingan yang ketat tersebut diperlukan penanganan dan
pengelolaan yang baik. Penanganan dan pengelolaan yang baik tersebut hanya dapat
dilakukan oleh manajemen yang baik pula.
Pihak manajemen selain dituntut untuk dapat mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien, juga dituntut untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta mempercepat perkembangan perusahaan. Manajer hendaknya dapat berpikir kritis dalam mengambil setiap keputusan agar dapat membawa dampak yang baik bagi perkembangan perusahaan. Kemampuan berpikir kritis inilah yang dapat
membuat perusahaan untuk dapat bertahan dalam situasi persaingan pasar yang selalu meningkat.
Selain itu, dalam mengambil keputusan, manajer hendaknya mempertimbangkan dan menilai aspek yang ada, agar keputusan itu memberi hasil yang maksimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan dalam perkembangan perusahaan. Manajer memerlukan suatu pedoman berupa perencanaan yang berisikan langkah-langkah yang akan dan harus ditempuh perusahaan dalam mencapai
tujuannya. Perencanaan dapat pula berupa alat ukur dan evaluasi atas hasil sesungguhnya. Apabila hasil yang sesungguhnya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, maka manajer harus mengevaluasi ketidaksesuaian tersebut dan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Perencanaan juga merupakan alat untuk pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan perusahaan. Dengan demikian, perencanaan memegang peranan yang
sangat penting dalam menunjang kegiatan-kegiatan perusahaan.
Perencanaan yang baik dapat membantu dalam penaksiran tingkat laba yang akan didapat perusahaan, sehingga laba yang didapat akan lebih optimal. Untuk mencapai laba yang optimal (dalam perencanaan laba maupun realisasi), manajer- manajer dapat menggunakan langkah-langkah berikut: 1. Menekan biaya operasional serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada.
2. Menentukan tingkat harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki.
3. Meningkatkan volume penjualan sebesar mungkin.
Perlu diingat bahwa ketiga langkah tersebut tidak dapat dilakukan secara terpisah sebab ketiganya mempunyai hubungan yang saling berkaitan dalam mengambil keputusan dan perumusan kebijakan perusahaan masa yang akan datang.
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi AKuntansi Analisis Hubungan Cost-Volume-Profit (CVP) untuk Perencanaan Laba pada Hotel Losari Beach Dari BAB 1 Hingga BAB 5 Penutup Silahkan Miliki Di SINI
Ribuan Contoh Skripsi Lengkap Semua Jurusan Dari Mulai contoh skripsi Manajemen, Manajemen Ekonomi, Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, Skripsi pendidikan,contoh skripsi keperawatan,contoh skripsi teknik informatika, contoh skripsi akuntansi,contoh skripsi hukum, contoh skripsi bahasa inggris,contoh skripsi matematika,contoh skripsi manajemen keuangan,Miliki Segera contoh skripsi dari mulai Bab I hingga Bab Terakhir lengkap dengan daftar pustaka
Home » Judul Skripsi Akuntansi
Tampilkan postingan dengan label Judul Skripsi Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judul Skripsi Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Contoh Skripsi AKuntansi PENGARUH GANGGUAN PRIBADI DAN GANGGUAN EKSTERN TERHADAP INDEPENDENSI AUDITOR PADA BPK DAN KAP DI MAKASSAR
Contoh Skripsi Akuntansi PENGARUH GANGGUAN PRIBADI DAN GANGGUAN EKSTERN TERHADAP INDEPENDENSI AUDITOR PADA BPK DAN KAP DI MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Skripsi Akuntansi
Para pengguna laporan audit mengharapkan bahwa laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor bebas dari salah saji material, dapat dipercaya kebenarannya untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan suatu jasa profesional yang independen dan objektif.
Banyaknya kasus perusahaan yang ”jatuh” karena kegagalan bisnis yang dikaitkan dengan kegagalan auditor, hal ini mengancam kredibilitas laporan keuangan. Ancaman ini selanjutnya mempengaruhi persepsi masyarakat, khususunya pemakai laporan keuangan atas kualitas audit. Kualitas audit ini penting karena kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. Seperti yang dikemukakan oleh Arens et al.
(1986) yaitu “alasan mengapa begitu banyak pihak yang menggantungkan kepercayaan mereka mengenai kebenaran laporan keuangan berdasarkan laporan auditor adalah karena harapan mereka mendapatkan suatu pandangan yang tidak memihak”. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat tergantung pada bagaimana sikap independensi yang dimiliki oleh seorang auditor. Sehingga organisasi auditor dan auditornya harus memiliki dan melaksanakan aturan-aturan,
prosedur, dan aplikasi yang memadai agar independensi tetap terjaga. Sedangkan dalam buku Standar Profesional Akuntan Publik (2001) seksi 220 PSA No. 04 Alinea 02 menyebutkan “auditor harus bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum (dibedakan dalam hal berpraktik sebagai auditor intern)”.
Akuntan publik merupakan auditor independen pada perusahaan komersial, sedangkan auditor pada sektor pemerintahan, yaitu BPK selaku auditor eksternal dan BPKP selaku auditor internal. Undang-Undang Dasar 1945 Bab VIII pasal 23 ayat 5 tentang hal keuangan menyatakan bahwa “untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat”.
Auditor pemerintah yang harus mengaudit laporan keuangan pemerintah yang di dalamnya mencakup audit terhadap semua kegiatan pemerintah dalam mengelola danmempertanggungjawabkan keuangan negara yang meliputi pelaksanaan APBN, APBD, pelaksanaan anggaran tahunan BUMN dan BUMD atau badan hukum lain dimana terdapat kepentingan keuangan negara atau yang menerima bantuan pemerintah. Luasnya cakupan yang harus diaudit dan adanya karakteristik khusus dalam audit sektor pemerintahan, maka diperlukan auditor-auditor yang handal, yang memilki kompetensi, integritas, objektivitas, dan independensi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pekerjaan yang dilaksanakannya.
Isu mengenai prinsip etika profesi akuntan publik terutama yang terkait masalah independensi merupakan salah satu isu yang selalu menjadi sorotan masyarakat. Terjadinya kasus–kasus kegagalan auditor berskala besar seperti kasus Enron di Amerika Serikat, Kimia Farma di Indonesia, telah menimbulkan sikap skeptis masyarakat menyangkut ketidakmampuan profesi akuntan publik dalam menjaga independensinya. Sorotan tajam diarahkan pada perilaku auditor dalam berhadapan dengan klien yang dipersepsikan gagal dalam menjalankan perannya sebagai auditor independen. Dalam kasus Andersen pada Enron Corporation diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi auditor yang terjadi di Amerika Serikat, sebuah negara yang memiliki perangkat undang-undang bisnis dan pasar
modal yang lebih lengkap. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain, dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. Hal ini disebabkan karena ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak serta proses peradilan dan tuntutan hukum.
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi AKuntansi PENGARUH GANGGUAN PRIBADI DAN GANGGUAN EKSTERN TERHADAP INDEPENDENSI AUDITOR PADA BPK DAN KAP DI MAKASSAR Dari Mulai BAB1 Hingga BAB 5 penutup Silahkan Miliki Di Sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Contoh Skripsi Akuntansi
Para pengguna laporan audit mengharapkan bahwa laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor bebas dari salah saji material, dapat dipercaya kebenarannya untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan suatu jasa profesional yang independen dan objektif.
Banyaknya kasus perusahaan yang ”jatuh” karena kegagalan bisnis yang dikaitkan dengan kegagalan auditor, hal ini mengancam kredibilitas laporan keuangan. Ancaman ini selanjutnya mempengaruhi persepsi masyarakat, khususunya pemakai laporan keuangan atas kualitas audit. Kualitas audit ini penting karena kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. Seperti yang dikemukakan oleh Arens et al.
(1986) yaitu “alasan mengapa begitu banyak pihak yang menggantungkan kepercayaan mereka mengenai kebenaran laporan keuangan berdasarkan laporan auditor adalah karena harapan mereka mendapatkan suatu pandangan yang tidak memihak”. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat tergantung pada bagaimana sikap independensi yang dimiliki oleh seorang auditor. Sehingga organisasi auditor dan auditornya harus memiliki dan melaksanakan aturan-aturan,
prosedur, dan aplikasi yang memadai agar independensi tetap terjaga. Sedangkan dalam buku Standar Profesional Akuntan Publik (2001) seksi 220 PSA No. 04 Alinea 02 menyebutkan “auditor harus bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum (dibedakan dalam hal berpraktik sebagai auditor intern)”.
Akuntan publik merupakan auditor independen pada perusahaan komersial, sedangkan auditor pada sektor pemerintahan, yaitu BPK selaku auditor eksternal dan BPKP selaku auditor internal. Undang-Undang Dasar 1945 Bab VIII pasal 23 ayat 5 tentang hal keuangan menyatakan bahwa “untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat”.
"Contoh Skripsi AKuntansi PENGARUH GANGGUAN PRIBADI DAN GANGGUAN EKSTERN TERHADAP INDEPENDENSI AUDITOR PADA BPK DAN KAP DI MAKASSAR"
Auditor pemerintah yang harus mengaudit laporan keuangan pemerintah yang di dalamnya mencakup audit terhadap semua kegiatan pemerintah dalam mengelola danmempertanggungjawabkan keuangan negara yang meliputi pelaksanaan APBN, APBD, pelaksanaan anggaran tahunan BUMN dan BUMD atau badan hukum lain dimana terdapat kepentingan keuangan negara atau yang menerima bantuan pemerintah. Luasnya cakupan yang harus diaudit dan adanya karakteristik khusus dalam audit sektor pemerintahan, maka diperlukan auditor-auditor yang handal, yang memilki kompetensi, integritas, objektivitas, dan independensi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pekerjaan yang dilaksanakannya.
Isu mengenai prinsip etika profesi akuntan publik terutama yang terkait masalah independensi merupakan salah satu isu yang selalu menjadi sorotan masyarakat. Terjadinya kasus–kasus kegagalan auditor berskala besar seperti kasus Enron di Amerika Serikat, Kimia Farma di Indonesia, telah menimbulkan sikap skeptis masyarakat menyangkut ketidakmampuan profesi akuntan publik dalam menjaga independensinya. Sorotan tajam diarahkan pada perilaku auditor dalam berhadapan dengan klien yang dipersepsikan gagal dalam menjalankan perannya sebagai auditor independen. Dalam kasus Andersen pada Enron Corporation diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran etika profesi auditor yang terjadi di Amerika Serikat, sebuah negara yang memiliki perangkat undang-undang bisnis dan pasar
modal yang lebih lengkap. Hal ini terjadi akibat keegoisan satu pihak terhadap pihak lain, dalam hal ini pihak-pihak yang selama ini diuntungkan atas penipuan laporan keuangan terhadap pihak yang telah tertipu. Hal ini disebabkan karena ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak serta proses peradilan dan tuntutan hukum.
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi AKuntansi PENGARUH GANGGUAN PRIBADI DAN GANGGUAN EKSTERN TERHADAP INDEPENDENSI AUDITOR PADA BPK DAN KAP DI MAKASSAR Dari Mulai BAB1 Hingga BAB 5 penutup Silahkan Miliki Di Sini
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS PENERAPAN BIAYA RELEVAN DALAM MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PT. ADINATA DI MAKASSAR
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS PENERAPAN BIAYA RELEVAN DALAM MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PT. ADINATA DI MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah - Contoh Skripsi Akuntansi
Dalam menjalankan kegiatan suatu perusahaan, maka seringkali manajemen dihadapkan pada beberapa pilihan atau alternatif dari aktivitas yang dilakukan. Dari berbagai alternatif tersebut, maka manajemen harus memilih satu alternatif yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Untuk memilih salah satu dari alternatif tersebut, maka manajemen membutuhkan informasi tentang biaya.
Informasi mengenai biaya perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan karena digunakan dalam penetapan harga, efisiensi penggunaan sumber daya, dan bahkan evaluasi tentang lini produk yang paling menguntungkan. Jumlah biaya diperlukan untuk memantau dukungan berbagai fungsi dalam bisnis termasuk keputusan yang menyangkut pemilihan berbagai macam aternatif. Untuk memutuskan alternatif mana yang harus dipilih, seringkali mereka mengalami ketidakpastian. Oleh karena itu, manajemen memerlukan informasi biaya yang dapat mengurangi ketidakpastian yang
mereka hadapi, sehingga memungkinkan mereka menentukan pilihan yang baik. Salah satu informasi penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan adalah mengenai informasi analisis biaya relevan (Sugiri, 2001). Contoh Skripsi Akuntansi
Menurut Sugiri (2001), biaya relevan adalah biaya masa yang akan datang (future costs) yang berbeda besarnya pada berbagai alternatif. Seluruh keputusan berhubungan dengan masa yang akan datang, oleh karena itu hanya biaya masa mendatang saja yang relevan bagi sebuah keputusan menerima atau menolak pesanan khusus. Biaya relevan dapat meliputi : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
PT. Adinata, yakni sebuah perusahaan yang beroperasi di bidang produksi kecap dan saus lombok, dimana dalam menjalankan aktivitas usahanya, sering mendapat pesanan khusus dari konsumen, dengan adanya pesanan khusus tersebut, maka perusahaan perlu menerapkan biaya relevan dalam menentukan apakah pesanan dapat diterima atau ditolak. Dimana menurut Prawironegoro dan Purwanti (2009:259) bahwa biaya relevan sering juga disebut dengan biaya differensial yaitu
biaya yang berbeda-beda, akibat adanya tingkat produksi yang berbeda yang mengakibatkan perbedaan biaya tetap. Contoh Skripsi Akuntansi
Hal ini perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam pengambilan keputusan atas menerima atau menolak pesanan khusus, dimana dalam menetapkan harga jual per botol kecap dan saus lombok, maka perusahaan harus memperhatikan harga jual bahan baku yang digunakan seperti kedelai dan lombok besar, yang seringkali mengalami lonjakan harga yang mahal, oleh karena itu perusahaan menerima pesanan khusus apabila harga jual per botol kecap dan saus lombok harus lebih besar dari biaya variabel per botol serta kapasitas persediaan masih ada, sedangkan pesanan khusus yang ditolak apabila harga jual dibawah dari biaya variabel per botol dan kapasitas persediaan bahan baku yang digunakan tidak mencukupi.
Dari uraian tersebut di atas maka penulis memilih judul: ”Analisis Penerapan Biaya Relevan Dalam Menerima Atau Menolak Pesanan Khusus Pada PT. Adinata di Makassar”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang dikemukakan adalah: ”Bagaimana penerapan biaya relevan pada PT. Adinata dalam menerima atau menolak pesanan khusus, dengan kriteria: apabila Harga jual pesanan khusus > biaya variabel berarti pesanan khusus diterima, sedangkan apabila Harga jual pesanan khusus < biaya variabel berarti pesanan khusus ditolak.
SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI ANALISIS PENERAPAN BIAYA RELEVAN DALAM MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PT. ADINATA DI MAKASSAR DARI MULAI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA SILAHKAN MILIKI DI SINI SKRIPSI LENGKAP
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI AUDIT MANAJEMEN ATAS FUNGSI KEUANGAN PADA PT.TIRTA MAKNA BAHAGIA MAKASSAR ELVIRA
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI AUDIT MANAJEMEN ATAS FUNGSI KEUANGAN PADA PT.TIRTA MAKNA BAHAGIA MAKASSAR ELVIRA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian - Contoh Skripsi Akuntansi
Perkembangan ekonomi dewasa ini membawa dampak bagi perkembangan dunia usaha. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha ini, ilmu akuntansi berkem- bang menjadi dua kelompok besar yaitu ilmu accounting dan ilmu auditing. Hal ini karena ilmu akuntansi selalu dituntut untuk terus berbenah diri dan tumbuh agar dapat mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks, khususnya dalam pe- nyediaan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Salah satu sub bidang dari akuntansi yang dikenal luas adalah auditing. Auditing atau pemeriksaan merupakan sub bidang akuntansi yang meliputi aktivitas pemeriksaan terhadap kebenaran data-data akuntansi secara bebas.
Perkembangan ekonomi yang semakin lama semakin cepat mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya supaya tetap bertahan dan berkembang. Contoh Skripsi Akuntansi
Pada umumnya suatu perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dengan memperhatikan pangsa pasar serta kesempatan yang ada. Untuk mencapai tujuannya maka perusahaan berusaha melakukan penjualan secara optimal dari hasil produksinya dengan selalu memperhatikan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Dalam aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya, para eksekutif perusahaan mendelegasikan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam tingkat tertentu. Gaya delegasi bervariatif, dari eksekutif yang menyerahkan kekuasaan penuh sampai eksekutif yang memperlakukan bawahan sebagai asisten, memberikan mereka suatu wewenang dan tanggungjawab yang minimum. Akan tetapi, tidak menjadi masalah berapa besar wewenang dan tanggungjawab yang didelegasikan,
eksekutif, bukan bawahan, memiliki akuntabilitas penuh untuk tugas, pekerjaan, departemen laba dan sebagainya. Maka eksekutif perlu mengikuti apa yang terjadi dalam perusahaan, divisi, departemen dan tingkat supervisi yang lebih rendah agar dalam penyelenggaraannya, efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi perusahaan dapat terus meningkat. Contoh Skripsi Akuntansi
Audit manajemen ataupun pengawasan intern merupakan kebijakan dari prosedur spesifikasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi manajemen, bahwa sasaran dan tujuan penting bagi manajemen perusahaan dapat dipenuhi. Menurut Sukrisno Agoes (1996) manajemen audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan
akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
Definisi Internal Auditing menurut Institute of Internal Auditor (IIA) yang di- tulis oleh Boyton Johnson Kell di dalam buku Modern Auditing (2002:491) adalah sebagai berikut : “Internal Auditing adalah aktivitas pemberian keyakinan serta kon- sultasi yang independen dan obyektif, yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki kinerja organisasi“. Contoh Skripsi Akuntansi
Tujuan audit manajemen adalah membantu semua anggota manajemen melak- sanakan tanggung jawab mereka secara efektif. Audit manajemen menyediakan anali- sis, penilaian-penilaian, rekomendasi, nasihat dan informasi mengenai kegiatan yang diperiksanya. Pada akhirnya bertujuan untuk membantu menyelesaikan setiap masa- lah yang sedang dihadapi oleh organisasi perusahaan.
Usaha untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan meneliti dan menilai apakah pelaksanaan pengawasan di bidang akuntansi keuangan dan operasi telah cukup memenuhi syarat. Kemudian melakukan penilaian apakah kebijakan, rencana dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan betul-betul ditaati, apakah aktiva perusahaan aman dari kehilangan atau kerusakan dan penyelewengan. Kemudian menilai kecermatan data akuntansi dan data lain dalam organisasi perusahaan. Lalu
pada akhirnya menilai mutu atas pelaksanaan tugas-tugas yang telah diberikan pada masing-masing manajemen.
SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI AUDIT MANAJEMEN ATAS FUNGSI KEUANGAN PADA PT.TIRTA MAKNA BAHAGIA MAKASSAR ELVIRA DARI MULAI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA SILAHKAN CEK DI SINI
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI DASAR PENETAPAN TARIF JASA RAWAT INAP (STUDI KASUS PADA RSUD. H. A. SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA)
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI DASAR PENETAPAN TARIF JASA RAWAT INAP (STUDI KASUS PADA RSUD. H. A. SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA)
BAB IPENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah - Contoh Skripsi Akuntansi
Pada organisasi yang orientasinya profit, atau yang bertujuan mencari laba, maka penjualan adalah sumber utama yang menghasilkan laba. Organisasi yang berorientasi mencari keuntungan akan berusaha menekan jumlah biaya yang dikeluarkan. Begitupun dengan organisasi yang berorientasi nonprofit juga tetap berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan tujuan kelangsungan operasional organisasi, kepuasaan konsumen, dan memberikan layanan sebesar sumber daya
yang dimiliki organisasi.
Rumah sakit adalah salah satu contoh organisasi berorientasi nonprofit. Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat sosial. Rumah sakit mempunyai tugas utama memberikan pengobatan, perawatan kepada pasien, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tugas-tugas rumah sakit itu menjadikan rumah sakit sebagai pihak
yang sangat dibutuhkan dalam menyediakan kebutuhan masyarakat danmewujudkan cita-cita masyarakat yang menjadikan warganya memiliki kehidupan yang lebih baik. Contoh Skripsi Akuntansi
Berdasarkan kondisi tersebut maka rumah sakit dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dan tenaga-tenaga ahli di bidang kesehatan, bidang komunikasi dan informasi, dan bidang transportasi yang mendukung jasa pelayanan kesehatan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yaang terbaik. Pemanfaatan berbagai teknologi dan tenaga-tenaga ahli membuat biaya operasional yang dikeluarkan rumah sakit menjadi besar yang akan berdampak pada tarif rawat inap yang tinggi. Untuk mengendalikan biaya tersebut, pihak rumah sakit memerlukan sistem akuntansi yang tepat khususnya metode perhitungan tarif rawat inap untuk menghasilkan informasi biaya yang akurat yang berkenaan dengan biaya aktivitas pelayanannya. Contoh Skripsi Akuntansi
Perhitungan harga pokok pada awalnya diterapkan dalam perusahaan manufaktur, akan tetapi dalam perkembangannya perhitungan harga pokok telah diadaptasi oleh perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan sektor nirlaba. Dalam pasal 3 Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 560/MENKES/SK/IV/2003 tentang Pola Tarif Perjan Rumah Sakit diperhitungkan atas dasar unit cost dari setiap jenis pelayanan dan kelas perawatan, yang perhitungannya memperhatikan
kemampuan ekonomi masyarakat, standar biaya dan atau benchmarking dari rumah sakit yang tidak komersil. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah telah menyadari pentingnya perhitungan harga pokok termasuk dalam sektor pelayanan kesehatan.
“Activty Based Costing (ABC) memfokuskan pada biaya yang melekat pada produk berdasarkan aktivitas yang dikerjakan untuk memproduksi, menjalankan, dan mendistribusikan atau menunjang produk yang bersangkutan. Activity based costing menganggap bahwa timbulnyaa biaya disebabkan oleh aktivitas yang menghasilkan produk. Pendekatan ini menggunakan penggerak biaya pada aktivitas yang menimbulkan biaya dan akan lebih akurat diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan beraneka ragam jenis produk serta sukar untuk mengidentifikasi biaya tersebut ke setiap produk secara individual.
Activity based costing adalah sebuah sistem informasi akuntansi yang mengidentifikasi bermacam-macam aktivitas yang dikerjakan di dalam suatu organisasi dan mengumpulkan biaya dengan dasar sifat yang ada dari aktivitas tersebut. Activity based costing dapat disimpulkan sebagai pendekatn penentuan biaya produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yang disebabkan karena aktivitas.
SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI DASAR PENETAPAN TARIF JASA RAWAT INAP (STUDI KASUS PADA RSUD. H. A. SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA) DARI MULAI BAB1 HINGGA BAB5 PENUTUP SILAHKAN CEK DI SINI
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP SENGKETA PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP SENGKETA PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah - Conoh Skripsi Akuntansi
Konservatisma merupakan sikap dalam menghadapi ketidakpastian atau keputusan atas dasar munculan (outcome) yang terjelek dari ketidakpastian tersebut. Konservatisma dapat diartikan berjaga-jaga akan kondisi terburuk yang akan terjadi dengan melakukan tindakan dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan kondisi terburuk tersebut.
Kalau akuntansi menganut konsep dasar konservatisma dalam meyikapi ketidakpastian, maka penyusun standar yang ada akan menentukan pilihan perlakuan atau prinsip akuntansi yang didasarkan pada munculan (keadaan, harapan, kejadian, atau hasil) yang dianggap kurang menguntungkan.
Jadi, konservatisma dalam akuntansi dapat diterapkan berupa metoda ataupun estimasi di dalam laporan keuangan. Karena prinsip konservatisma lebih condong ke arti berjaga-jaga maka biaya atau rugi yang terjadi pasti diakui lebih dahulu dibandingkan keuntungan atau pendapatan di masa yang akan datang (walau kemungkinan pendapatan ataupun keuntungan ini ada di tingkat “probable”), hal ini akan berakibat pada menurunnya laba dan asset perusahaan.
Konservatisma merupakan kaidah penting dalam laporan keuangan Meskipun prinsip konservatisma telah diakui sebagai dasar utama dari pelaporan keuangan. Konservatisma adalah reaksi yang hati-hati (prudent reaction) dalam menghadapi ketidakpastian yang melekat pada perusahaan untuk mencoba memastikan bahwa ketidakpastian dan risiko yang inherent dalam lingkungan bisnis sudah cukup di pertimbangkan. Konservatisma merupakan praktik akuntansi dengan mengurangi laba dan menurunkan nilai aktiva bersih ketika menghadapi bad news akan tetapi tidak meningkatkan laba dan menaikkan nilai aktiva bersih ketika menghadapi good news.
Definisi konservatisma yang lebih deskriptif adalah memilih prinsip akuntansi yang mengarah pada minimalisasi laba kumulatif yang di laporkan yaitu mengakui pendapatan lebih lambat, mengakui biaya lebih cepat, menilai asset dengan nilai terendah, dan menilai kewajiban dengan nilai yang lebih tinggi.
Konservatisma sebagai kecenderungan akuntan untuk menggunakan tingkat verifikasi yang lebih tinggi untuk mengakui kabar baik sebagai keuntungan dibanding kabar buruk sebagai kerugian. Kritik terhadap konservatisma menyatakan bahwa pada prinsip ini memang akan menyebabkan laba dan asset menjadi rendah, namun akhimya akan membuat laba dan asset menjadi tinggi
dimasa datang, dengan kata lain laba dan asset menjadi tidak konservatif dimasa datang.
Pendukung konservatisma menyatakan bahwa koservatisma menyajikan laba dan asset dengan prinsip menunda pengakuan keuntungan dan secepatnya mengakui adanya kerugian. Prinsip ini memang akan menyebabkan laba dan asset perioda berjalan menjadi lebih rendah. Bila terjadi kenaikkan laba dan asset di masa datang. Akibat penerapan prinsip ini, hal tersebut disebabkan oleh
keuntungan yang semula ditunda pengakuannya, telah diakui oleh perusahaan karena dipastikan akan terealisasi. Jadi, bukan berarti peningkatan laba dan asset dimasa datang merupakan cerminan tidak konservatifnya perusahaan.
SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP SENGKETA PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DARI MULAI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA SILAHKAN MILIKI DI SINI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah - Conoh Skripsi Akuntansi
Konservatisma merupakan sikap dalam menghadapi ketidakpastian atau keputusan atas dasar munculan (outcome) yang terjelek dari ketidakpastian tersebut. Konservatisma dapat diartikan berjaga-jaga akan kondisi terburuk yang akan terjadi dengan melakukan tindakan dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan kondisi terburuk tersebut.
Kalau akuntansi menganut konsep dasar konservatisma dalam meyikapi ketidakpastian, maka penyusun standar yang ada akan menentukan pilihan perlakuan atau prinsip akuntansi yang didasarkan pada munculan (keadaan, harapan, kejadian, atau hasil) yang dianggap kurang menguntungkan.
Jadi, konservatisma dalam akuntansi dapat diterapkan berupa metoda ataupun estimasi di dalam laporan keuangan. Karena prinsip konservatisma lebih condong ke arti berjaga-jaga maka biaya atau rugi yang terjadi pasti diakui lebih dahulu dibandingkan keuntungan atau pendapatan di masa yang akan datang (walau kemungkinan pendapatan ataupun keuntungan ini ada di tingkat “probable”), hal ini akan berakibat pada menurunnya laba dan asset perusahaan.
Konservatisma merupakan kaidah penting dalam laporan keuangan Meskipun prinsip konservatisma telah diakui sebagai dasar utama dari pelaporan keuangan. Konservatisma adalah reaksi yang hati-hati (prudent reaction) dalam menghadapi ketidakpastian yang melekat pada perusahaan untuk mencoba memastikan bahwa ketidakpastian dan risiko yang inherent dalam lingkungan bisnis sudah cukup di pertimbangkan. Konservatisma merupakan praktik akuntansi dengan mengurangi laba dan menurunkan nilai aktiva bersih ketika menghadapi bad news akan tetapi tidak meningkatkan laba dan menaikkan nilai aktiva bersih ketika menghadapi good news.
Definisi konservatisma yang lebih deskriptif adalah memilih prinsip akuntansi yang mengarah pada minimalisasi laba kumulatif yang di laporkan yaitu mengakui pendapatan lebih lambat, mengakui biaya lebih cepat, menilai asset dengan nilai terendah, dan menilai kewajiban dengan nilai yang lebih tinggi.
"CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP SENGKETA PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)"
Konservatisma sebagai kecenderungan akuntan untuk menggunakan tingkat verifikasi yang lebih tinggi untuk mengakui kabar baik sebagai keuntungan dibanding kabar buruk sebagai kerugian. Kritik terhadap konservatisma menyatakan bahwa pada prinsip ini memang akan menyebabkan laba dan asset menjadi rendah, namun akhimya akan membuat laba dan asset menjadi tinggi
dimasa datang, dengan kata lain laba dan asset menjadi tidak konservatif dimasa datang.
Pendukung konservatisma menyatakan bahwa koservatisma menyajikan laba dan asset dengan prinsip menunda pengakuan keuntungan dan secepatnya mengakui adanya kerugian. Prinsip ini memang akan menyebabkan laba dan asset perioda berjalan menjadi lebih rendah. Bila terjadi kenaikkan laba dan asset di masa datang. Akibat penerapan prinsip ini, hal tersebut disebabkan oleh
keuntungan yang semula ditunda pengakuannya, telah diakui oleh perusahaan karena dipastikan akan terealisasi. Jadi, bukan berarti peningkatan laba dan asset dimasa datang merupakan cerminan tidak konservatifnya perusahaan.
SELENGKAPNYA TERKAIT CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI PENGARUH KONSERVATISMA AKUNTANSI TERHADAP SENGKETA PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DARI MULAI BAB 1 HINGGA BAB 5 PENUTUP TERMASUK DAFTAR PUSTAKA SILAHKAN MILIKI DI SINI
Contoh Skripsi Akuntansi Judul ANALISIS PROSEDUR PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA ASTRA CREDIT COMPANIES CABANG MAKASSAR
Contoh Skripsi Akuntansi Judul ANALISIS PROSEDUR PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA ASTRA CREDIT COMPANIES CABANG MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Contoh Skripsi Akuntansi
Penjualan barang ataupun jasa merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen, perusahaan dapat melakukannya secara tunai ataupun secara kredit. Sudah barang tentu perusahaan akan lebih menyukai transaksi penjualan yang dapat dilakukan secara tunai, karena perusahaan akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera
digunakan kembali untuk mendapatkan pendapatan selanjutnya. Di pihak lain, para konsumen umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan penjualan secara kredit, karena pembayaran dapat ditunda. Dalam kenyataannya, penjualan kredit pada kebanyakan perusahaan biasanya jauh lebih besar dari penjualan tunai. Dari penjualan kredit tersebut maka akan timbul akun piutang.
Dalam perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan (finance), fokus utama perusahaan adalah melakukan penjualan secara kredit. Penjualan kredit tidak akan segera menghasilkan penerimaan kas. Tapi menimbulkan piutang kepada konsumen, atau yang biasa disebut dengan piutang usaha, dan barulah kemudian pada hari jatuh temponya, terjadi aliran kas masuk (cash flow) yang
berasal dari pengumpulan piutang usaha tersebut.
Piutang usaha sebuah perusahaan pembiayaan merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar serta menjadi salah satu bagian yang cukup besar dari total aktiva perusahaan. Menurut Iwan Setiawan (2010:199) Piutang usaha merupakan salah satu unsur terpenting dalam aktiva lancar karena biasanya hanya membutuhkan satu tahapan lagi untuk dikonversi menjadi kas. Oleh karena itu,
pengendalian intern piutang ini sangat penting diterapkan. Kecurangan dalam suatu siklus kerja sangat mungkin terjadi sehingga dapat merugikan perusahaan.
Kecurangan yang mungkin terjadi pada bagian piutang usaha adalah tidak mencatat pembayaran pada debitur dan mengantongi uangnya, menunda pencatatan piutang dengan melakukan cash lapping, melakukan pembukuan palsu atas mutasi piutang, dan lain sebagainya.
Astra Credit Companies (ACC) merupakan salah satu anak perusahaan grup Astra Internasional yang bergerak dibidang pembiayaan mobil, baik itu pembiayaan mobil baru (new car) maupun pembiayaan mobil bekas (used car).
Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi Astra Credit Companies, secara nasional Astra Credit Companies (ACC) merupakan pembiayaan otomotif pertama dan salah satu perusahaan pembiayaan otomotif yang terbesar di Indonesia, hal ini didukung oleh fokus grup Astra Internasional yang menguasai lebih dari 50% pangsa pasar otomotif di Indonesia (ACCelerate, 2011).
Di Sulawesi Selatan, Astra Credit Companies (ACC) memiliki dua kantor cabang yang berada di kota Makassar dan kota Pare-Pare. Astra Credit Companies Cabang Makassar berkantor di Jln. Jenderal Sudirman no. 68. Wilayah kerja Astra Credit Companies Cabang Makassar meliputi sebagian besar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Aktivitas usaha Astra Credit Companies Cabang Makassar adalah melakukan pembiayaan mobil dari semua jenis dan tipe mobil. Dalam hal
ini penjualan perusahaan adalah pemberian kredit pemilikan mobil (KPM), sehingga Astra Credit Companies Cabang Makassar memiliki piutang usaha yang jumlahnya tergolong besar. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengendalian intern terhadap piutang usaha merupakan hal yang wajib karena piutang usaha perusahaan menjadi urat nadi bagi perusahaan ini.
Dalam melakukan aktivitas penagihan piutang kepada customer, selain melalui kolektor yang memang bertugas untuk menagih piutang, penagihan piutang dapat pula dilakukan oleh sales officer atau surveyor. Sales officer dan surveyor ini bertanggung jawab memantau pembayaran angsuran customer mereka dari angsuran pertama sampai angsuran keenam.
Penagihan piutang usaha yang dilakukan oleh sales officer atau surveyor kepada customer untuk angsuran pertama hingga angsuran keenam sangat mungkin dilakukan penyimpangan. Penyimpangan tersebut berupa cash lapping. Sebelum tanggal jatuh tempo, sales officer atau surveyor melakukan penagihan. Uang yang telah diterima dari customer dikantongi. Biasanya perusahaan memberi jangka waktu 7 hari bagi customer setelah dilakukan penyerahan mobil.
Jadi, selama 8 hari tersebut uang dimanfaatkan oleh sales officer ataupun surveyor sebelum diserahkan kepada teller. Kecurangan lain yang dapat terjadi dalam penagihan piutang adalah
melalui pencatatan palsu pada lembar kuitansi, yakni data kuitansi yang diberikan Kecurangan lain yang dapat terjadi dalam penagihan piutang adalah melalui pencatatan palsu pada lembar kuitansi, yakni data kuitansi yang diberikan.
Selengkapnya terkati Contoh Skripsi Akuntansi Judul ANALISIS PROSEDUR PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA ASTRA CREDIT COMPANIES CABANG MAKASSAR Dari Mulai BAB1 hingga BAB 5 penutup termasuk daftar pustaka silahkan Miliki Di Sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Contoh Skripsi Akuntansi
Penjualan barang ataupun jasa merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen, perusahaan dapat melakukannya secara tunai ataupun secara kredit. Sudah barang tentu perusahaan akan lebih menyukai transaksi penjualan yang dapat dilakukan secara tunai, karena perusahaan akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera
digunakan kembali untuk mendapatkan pendapatan selanjutnya. Di pihak lain, para konsumen umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan penjualan secara kredit, karena pembayaran dapat ditunda. Dalam kenyataannya, penjualan kredit pada kebanyakan perusahaan biasanya jauh lebih besar dari penjualan tunai. Dari penjualan kredit tersebut maka akan timbul akun piutang.
Dalam perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan (finance), fokus utama perusahaan adalah melakukan penjualan secara kredit. Penjualan kredit tidak akan segera menghasilkan penerimaan kas. Tapi menimbulkan piutang kepada konsumen, atau yang biasa disebut dengan piutang usaha, dan barulah kemudian pada hari jatuh temponya, terjadi aliran kas masuk (cash flow) yang
berasal dari pengumpulan piutang usaha tersebut.
Piutang usaha sebuah perusahaan pembiayaan merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar serta menjadi salah satu bagian yang cukup besar dari total aktiva perusahaan. Menurut Iwan Setiawan (2010:199) Piutang usaha merupakan salah satu unsur terpenting dalam aktiva lancar karena biasanya hanya membutuhkan satu tahapan lagi untuk dikonversi menjadi kas. Oleh karena itu,
pengendalian intern piutang ini sangat penting diterapkan. Kecurangan dalam suatu siklus kerja sangat mungkin terjadi sehingga dapat merugikan perusahaan.
"Contoh Skripsi Akuntansi Judul ANALISIS PROSEDUR PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA ASTRA CREDIT COMPANIES CABANG MAKASSAR"
Kecurangan yang mungkin terjadi pada bagian piutang usaha adalah tidak mencatat pembayaran pada debitur dan mengantongi uangnya, menunda pencatatan piutang dengan melakukan cash lapping, melakukan pembukuan palsu atas mutasi piutang, dan lain sebagainya.
Astra Credit Companies (ACC) merupakan salah satu anak perusahaan grup Astra Internasional yang bergerak dibidang pembiayaan mobil, baik itu pembiayaan mobil baru (new car) maupun pembiayaan mobil bekas (used car).
Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi Astra Credit Companies, secara nasional Astra Credit Companies (ACC) merupakan pembiayaan otomotif pertama dan salah satu perusahaan pembiayaan otomotif yang terbesar di Indonesia, hal ini didukung oleh fokus grup Astra Internasional yang menguasai lebih dari 50% pangsa pasar otomotif di Indonesia (ACCelerate, 2011).
Di Sulawesi Selatan, Astra Credit Companies (ACC) memiliki dua kantor cabang yang berada di kota Makassar dan kota Pare-Pare. Astra Credit Companies Cabang Makassar berkantor di Jln. Jenderal Sudirman no. 68. Wilayah kerja Astra Credit Companies Cabang Makassar meliputi sebagian besar Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Aktivitas usaha Astra Credit Companies Cabang Makassar adalah melakukan pembiayaan mobil dari semua jenis dan tipe mobil. Dalam hal
ini penjualan perusahaan adalah pemberian kredit pemilikan mobil (KPM), sehingga Astra Credit Companies Cabang Makassar memiliki piutang usaha yang jumlahnya tergolong besar. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengendalian intern terhadap piutang usaha merupakan hal yang wajib karena piutang usaha perusahaan menjadi urat nadi bagi perusahaan ini.
Dalam melakukan aktivitas penagihan piutang kepada customer, selain melalui kolektor yang memang bertugas untuk menagih piutang, penagihan piutang dapat pula dilakukan oleh sales officer atau surveyor. Sales officer dan surveyor ini bertanggung jawab memantau pembayaran angsuran customer mereka dari angsuran pertama sampai angsuran keenam.
Penagihan piutang usaha yang dilakukan oleh sales officer atau surveyor kepada customer untuk angsuran pertama hingga angsuran keenam sangat mungkin dilakukan penyimpangan. Penyimpangan tersebut berupa cash lapping. Sebelum tanggal jatuh tempo, sales officer atau surveyor melakukan penagihan. Uang yang telah diterima dari customer dikantongi. Biasanya perusahaan memberi jangka waktu 7 hari bagi customer setelah dilakukan penyerahan mobil.
Jadi, selama 8 hari tersebut uang dimanfaatkan oleh sales officer ataupun surveyor sebelum diserahkan kepada teller. Kecurangan lain yang dapat terjadi dalam penagihan piutang adalah
melalui pencatatan palsu pada lembar kuitansi, yakni data kuitansi yang diberikan Kecurangan lain yang dapat terjadi dalam penagihan piutang adalah melalui pencatatan palsu pada lembar kuitansi, yakni data kuitansi yang diberikan.
Selengkapnya terkati Contoh Skripsi Akuntansi Judul ANALISIS PROSEDUR PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA ASTRA CREDIT COMPANIES CABANG MAKASSAR Dari Mulai BAB1 hingga BAB 5 penutup termasuk daftar pustaka silahkan Miliki Di Sini
Contoh Skripsi AKuntansi ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 105 TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) SURYA MASPUL BELAJEN
Contoh Skripsi AKuntansi ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 105 TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) SURYA MASPUL BELAJEN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Contoh Skripsi AKuntansi
Aturan ekonomi yang ada dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, telah mengatur sistem ekonomi dengan teliti melalui nilai-nilainya yang universal, yaitu bahwa setiap transaksi ekonomi (muamalah) harus didasarkan pada asas kejujuran, keadilan, toleransi dan suka sama suka, baik dalam perdagangan, kerjasama (sharing) ataupun semua aspek ekonomi. Indikasinya bisa dilihat dari dibolehkannya sistem barter (materi dan manfaat), baik melalui jual beli, sewa menyewa, pegadaian, kerja sama dan lainnya. Islam juga telah memberikan kebebasan yang seluas-luasnya dalam melakukan transaksi ekonomi (selama tidak melanggar nilai-nilai universal islam) bahkan menyuruh untuk terus dinamis dalam menciptakan kemudahan transaksi melalui beberapa instrumen agar selalu update dan valid dengan perubahan waktu dan tempat. Disamping itu juga, meningkatnya kesadaran masyarakat muslim di Indonesia akan pentingnya kehadiran lembaga keuangan syariah merupakan cerminan dari kesadaran umat islam terhadap hukum islam.
Beberapa tahun belakangan ini pengkajian, pemikiran, dan diskusi tentang ekonomi islam semakin sering terjadi, dan hal ini berpengaruh besar terhadap sistem ekonomi syariah pada umumnya dan lembaga keuangan syariah pada khususnya. Seperti yang kita ketahui, lembaga keuangan adalah
salah satu alat yang digunakan untuk menegakkan aturan-aturan ekonomi.
Begitu pula dengan lembaga keuangan syariah, dimana lembaga inilah yang menjadi salah satu alat dalam penegakkan aturan-aturan islam yang akan memberikan sumbagan positif terhadap pencapaian tujuan sosial ekonomi masyarakat, penciptaan iklim bisnis yang lebih baik dan lepas dari praktek kecurangan. Pengaruh tersebut terlihat pada meningkatnya jumlah lembaga
keuangan syariah baik yang berbentuk bank ataupun nonbank. Di Indonesia sendiri, untuk tahun 2010 telah tumbuh lebih dari 25 Lembaga Perbankan Komersial Syariah, lebih dari 100 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), perusahaan penerbit saham dan obligasi syariah atau sukuk yang telah menarik perhatian pasar sehingga penerbitan sukuk negara pun habis terjual bahkan
tidak kurang dari 4000 BMT telah tersebar di seluruh Indonesia. Baitul Maal wat Tamwil (BMT) adalah lembaga keuangan syariah informal yang didirikan sebagai pendukung dalam meningkatkan kualitas usaha ekonomi pengusaha mikro dan pengusaha kecil yang berlandaskan sistem syariah.
Sebagai lembaga keuangan syariah, BMT harus berpegang teguh pada prinsip- prinsip syariah. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara BMT dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Dalam menjalankan prinsip syariahnya, BMT syariah juga harus
menjunjung nilai-nilai keadilan, amanah, kemitraan, transparansi dan saling menguntungkan baik bagi BMT maupun bagi nasabah yang merupakan pilar dalam melakukan aktivitas muamalah. Oleh karena itu, produk layanan BMT harus disediakan dengan baik agar mampu memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang
berlandaskan pada Al Qur’an dan Al Hadits.
BMT sebagai lembaga keuangan syariah juga berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, dimana penyaluran dana ini terdiri dari berbagai bentuk produk BMT syariah di antaranya adalah produk pendanaan, produk pembiayaan, produk jasa, dan produk sosial. Dalam melaksanakan kegiatan penghimpunan dana, BMT menerima simpanan dari masyarakat. Sedangkan dalam kegiatan penyaluran dana, BMT memberikan jasa dalam bentuk pembiayaan dan investasi.
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi AKuntansi ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 105 TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) SURYA MASPUL BELAJEN Dari Mulai BAB 1 Hingga BAB 5 penutup termasuk daftar pustaka Silahkan Miliki di Sini
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Contoh Skripsi AKuntansi
Aturan ekonomi yang ada dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, telah mengatur sistem ekonomi dengan teliti melalui nilai-nilainya yang universal, yaitu bahwa setiap transaksi ekonomi (muamalah) harus didasarkan pada asas kejujuran, keadilan, toleransi dan suka sama suka, baik dalam perdagangan, kerjasama (sharing) ataupun semua aspek ekonomi. Indikasinya bisa dilihat dari dibolehkannya sistem barter (materi dan manfaat), baik melalui jual beli, sewa menyewa, pegadaian, kerja sama dan lainnya. Islam juga telah memberikan kebebasan yang seluas-luasnya dalam melakukan transaksi ekonomi (selama tidak melanggar nilai-nilai universal islam) bahkan menyuruh untuk terus dinamis dalam menciptakan kemudahan transaksi melalui beberapa instrumen agar selalu update dan valid dengan perubahan waktu dan tempat. Disamping itu juga, meningkatnya kesadaran masyarakat muslim di Indonesia akan pentingnya kehadiran lembaga keuangan syariah merupakan cerminan dari kesadaran umat islam terhadap hukum islam.
Beberapa tahun belakangan ini pengkajian, pemikiran, dan diskusi tentang ekonomi islam semakin sering terjadi, dan hal ini berpengaruh besar terhadap sistem ekonomi syariah pada umumnya dan lembaga keuangan syariah pada khususnya. Seperti yang kita ketahui, lembaga keuangan adalah
salah satu alat yang digunakan untuk menegakkan aturan-aturan ekonomi.
Begitu pula dengan lembaga keuangan syariah, dimana lembaga inilah yang menjadi salah satu alat dalam penegakkan aturan-aturan islam yang akan memberikan sumbagan positif terhadap pencapaian tujuan sosial ekonomi masyarakat, penciptaan iklim bisnis yang lebih baik dan lepas dari praktek kecurangan. Pengaruh tersebut terlihat pada meningkatnya jumlah lembaga
keuangan syariah baik yang berbentuk bank ataupun nonbank. Di Indonesia sendiri, untuk tahun 2010 telah tumbuh lebih dari 25 Lembaga Perbankan Komersial Syariah, lebih dari 100 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), perusahaan penerbit saham dan obligasi syariah atau sukuk yang telah menarik perhatian pasar sehingga penerbitan sukuk negara pun habis terjual bahkan
tidak kurang dari 4000 BMT telah tersebar di seluruh Indonesia. Baitul Maal wat Tamwil (BMT) adalah lembaga keuangan syariah informal yang didirikan sebagai pendukung dalam meningkatkan kualitas usaha ekonomi pengusaha mikro dan pengusaha kecil yang berlandaskan sistem syariah.
Sebagai lembaga keuangan syariah, BMT harus berpegang teguh pada prinsip- prinsip syariah. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara BMT dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Dalam menjalankan prinsip syariahnya, BMT syariah juga harus
menjunjung nilai-nilai keadilan, amanah, kemitraan, transparansi dan saling menguntungkan baik bagi BMT maupun bagi nasabah yang merupakan pilar dalam melakukan aktivitas muamalah. Oleh karena itu, produk layanan BMT harus disediakan dengan baik agar mampu memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang
berlandaskan pada Al Qur’an dan Al Hadits.
"Contoh Skripsi AKuntansi ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 105 TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) SURYA MASPUL BELAJEN"
BMT sebagai lembaga keuangan syariah juga berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, dimana penyaluran dana ini terdiri dari berbagai bentuk produk BMT syariah di antaranya adalah produk pendanaan, produk pembiayaan, produk jasa, dan produk sosial. Dalam melaksanakan kegiatan penghimpunan dana, BMT menerima simpanan dari masyarakat. Sedangkan dalam kegiatan penyaluran dana, BMT memberikan jasa dalam bentuk pembiayaan dan investasi.
Selengkapnya terkait Contoh Skripsi AKuntansi ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 105 TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) SURYA MASPUL BELAJEN Dari Mulai BAB 1 Hingga BAB 5 penutup termasuk daftar pustaka Silahkan Miliki di Sini
Langganan:
Komentar (Atom)