CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009)

Assalamualaikum Pengunjung blog contoh skripsi, kali ini saya kembali lagi menuliskan contoh skripsi yang tersimpan di folder komputer saya ke blog ini yakni CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbagai krisis yang terjadi di bidang perbankan yang melanda indonesia sejak pertengahan tahun 1997, di awali dengan terjadinya krisis moneter sebagai akibat dari jatuhnya nilai rupiah terhadap valuta asing, khususnya dollar Amerika serikat (US $), triggernya di awali dengan jatuhnya nilai bath dari Thailand,
sebagai akibat dari kegiatan pasar valuta asing, yang di lakukan soros warga Negara Amerika serikat keturunan yahudi, kemudian merambat ke Malaysia, Filipina dan Indonesia. Depresiasi rupiah mula-mula tidak begitu tajam yakni di KURS US $1=Rp.2.400.00-, merayap menjadi US $1=Rp.3.000.00-, akan tetapi pada bulan Agustus sampai dengan November 1997 meskipun pemerintah (dalam hal ini Bank Indonesia) telah berusaha dengan berbagai cara namun nilai rupiah tidak bertahan lagi bagaikan “terjun bebas” hingga US $1=Rp.12.000.00-, Selanjutnya masyarakat di kejutkan dengan berbagai kejadian yang menimpa perbankan nasional sejak november 1997 hingga april 1998, kejadian-kejadian tersebut sebetulnya dapat di pandang sebagai hasil dari usaha pemerintah untuk membenahi perbankan nasional dari penyakit kronis, bahkan ada yang menilai sebagai konsekuensi logis dari tindak lanjut atu bagian kesepakatan antara pemerintah republik Indonesia dengan international monetary funds (IMF) khususnya di bidang penyehatan perbankan Menurut (Dendawijaya 2004:3), Para pengamat Ekonomi menilai bahwa urutan krisis yang melanda negeri tercinta sejak juli 1997 adalah sebagai berikut:

Krisis Moneter, sebagai indikatornya Depresiasi Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, neraca pembayaran yang negatif, krisis perbankan, indikatornya likuiditas 16 Bank, pembentukan BPPN untuk menyehatkan bank- bank. Bank beku dan operasi take over, utang luar negeri yang membengkak. krisis ekonomi, indikatornya, tingkat suku bunga pinjaman sangat tinggi, kelumpuhan atau stagnasi di sektor riil, tingkat inflasi yang sangat tinggi, PHK di berbagai sektor riil, krisis sosial, indikatornya, tingkat pengangguran menigkat, penduduk di bawah garis kemiskinan meningkat, kerusuhan, penjarahan di sertai unsur SARA,
kriminalitas meningkat., krisis kepercayaan, indikatornya, kepercayaan kepada pemerintah menurun drastis, demonstrasi dan unjuk rasa oleh mahasiswa, hujatan terhadap mantan presiden soeharto, tuntutan oleh mahasiswa, masyarakat dan politisi., krisis Politisi, indikatornya, terbentuknya partai partai politik baru,
Demonstrasi dan unjuk rasa anti pemerintah, sinisme dan hujatan terhadap kebijakan pemerintah, pro dan kontra sidang istimewa MPR.

Industri perbankan Indonesia telah mengalami pasang surut di mulai pada tahun 1983, ketika berbagai macam de-regulasi mulai di lakukan pemerintah, kemudian bisnis perbankan berkembang pesat pada kurun waktu 1988-1996, pada pertengahan tahun 1997 industri perbankan ahirnya terpuruk sebagai imbas dari
terjadinya krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda perekonomian indonesia. Perkembangan konomi yang berubah cepat dan kompetitif dengan permasalahan yang semakin kompleks memerlukan adanya penyesuaian tentang kebijakan ekonomi serta perbaikan sistem keuangan (Dendawijaya, 2004:4)

Berdasarkan beberapa aspek di atas ada tiga hal penting yang harus di perhatikan dalam melakukan analisa kinerja suatu bank, di antaranya yaitu : analisa liquiditas, rentabilitas, dan analisa solvabilitas, dan atas tiga dasar hal tersebut di atas Penilaian bank dalam penelitian ini meliputi, rasio likuiditas yang di gunakan dalam penelitian suatu Bank antara lain yaitu, Cash Ratio (CR), rasio rentabilitas dalam penelitian ini adalah Return on assets (ROA), dan rasio solvabilitas meliputi capital adequacy ratio (CAR) Penilaian tentang kinerja perbankan tentunya memberikan dampak tehadap harga saham yang dikeluarkan pada setiap perusahaan perbankan, saham merupakan salah satu instrument pasar modal yang mendorong perkembangan pasar modal Indonesia. Seiring dengan perkembangan transaksi saham dalam pasar modal tersebut kebutuhan informasi yang relevan dalam keputusan investasi perbankan di pasar modal juga meningkat, analisis fundamental diperlukan untuk menentukan prospek perusahaan kedepan melalui analisis kinerja perbankan
sebagai deasr memeperoleh harga saham yang wajar .

Harga saham bisa di katakaan sebagai indikator keberhasilan perusahaan di mana kekuatan pasar di bursa di tunjukkan dengan adanya transaksi jual beli saham tersebut di pasar modal,terjadinya transaksi tersebut di dasarkan atas analisa para investor terhadap prestasi perusahaan dalam meningkatkan keuntungan (Santoso 1999:387).

Pada umumnya saham yang di terbitkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran umum, ada dua macam, yaitu saham biasa (common stock), dan saham istimewa (preferred stock) perbedaan saham ini di dasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut, adapun yang di maksud dengan saham biasa
(common stock) adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling junior atau paling ahir terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahan tersebut di likuidasi. sedangkan yang di maksud dengan saham istimewa (preferred stock) adalah saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, ia lebih aman karena memiliki hak klaim
terhadap kekayaan perusahaan dan pembayaran deviden di dahulukan, saham ini sulit untuk di perjual belikan karena pemiliknya sedikit (Mannan 2006:101).

Menurut Usman (1990:166), Naik turunnya harga suatu saham di pengaruhi oleh beberapa factor di mana factor-faktor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi terjadinya fluktuasi harga saham perusahaan. Adapun factor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap harga saham dapat di bagi menjadi tiga kategori yaitu, yang pertama faktor fundamental, merupakan faktor yang memberikan gambaran yang jelas yng bersifat analitis terhadap prestasi menejemen perusahaan dalam mengelola perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Yang kedua, faktor tekhnikal, menyajikan informasi yang akan memberikan gambaran kepada investor dan calon investor untuk menentukan kapan pembelian saham di lakukan, pada saat kapan saham tersebut di jual atau di tukar dengan saham yang lain agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, faktor ini meliputi tentang perkembangan kurs, keadaan pasar modal, volume dan transaksi surat berharga serta kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham perusahaan, dan yang ketiga faktor yang bersifat sosial, ekonomi, dan politik, factor ini secara tidak langsung berdampak terhadap harga suatu saham yang di bursa efek, faktor- faktor tersebut di antaranya adalah tingkat inflasi yang terjadi, kebijakan moneter yang di keluarkan oleh pemerintah,neraca pembayaran luar negeri, kondisi perekonomian nasional, keadaan politik suatu Negara, stabilitas dari Negara yang bersangkutan dan lain-lain.

Meskipun terdapat banyak factor lain yang secara pikologis berpengaruh terhadap kekuatan pasar, akan tetapi factor yang bersifat fundamental merupakan factor yang menjadi pedoman utama bagi pasar untuk menetukan harga saham perusahaan. Bagi kalangan pembisnis terutama investor menjadi hal penting untuk
bisa mengetahui kondisi bidikan atau tujuan dari pendapatan dana yang akan di lakukan dengan mengetahui persis kondisi, stabilitas, dan kontinuitas dari usaha tersebut. Dengan demikian kebutuhan akan informasi yang lengkap itulah bisa dianalisis bagaimana sebenarnya kondisi usaha tersebut analisis yang bisa di
gunakan ada berbagai macam analisis diantaranya rasio keuangan (financial ratio) rasio ini sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, dengan adanya analisis ratio keuangan yang terdiri dari, ratio likuiditas, ratio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. ratio leverage adalah ratio yang menyangkut penggunaan hutang. Ratio aktivitas atau activity ratio adalah suatu bentuk pengukuran dari tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya perusahaan yang memberikan dampak bagi perusahaan. Ratio provitabilitas, bermanfaat untuk menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (Fahmi,2006: 55).

Pengaruh kinerja keuangan perbankan terhadap harga saham setelah initial publik offering (IPO) di Bursa efek jakarta, penelitian ini di teliti oleh Nur Rojihah (2005), jenis penelitian ini jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan
analisis regresi linear berganda dua variabel independen dengan pendekatan rasio yaitu Curren Ratio, debt to equity ratio, return on asset, return on common equity, EPS, dan PER.dan hasil penelitian menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa, investor dalam menekankan modalnya dapat menggunakan indikator PER sebagai bahan pertimbangan dalam memilih saham yang akan di beli.
Analisis kinerja keuangan yang diukur dengan ROI, ROE, OCF dan EVA terhadap rate of return (study pada perusahaan otomotif yang terdaftar di BEI), penelitian ini diteliti oleh Liling Ari Prahesti (2009), dalam penelitian ini menggunakan rasio keuangan ROI, ROE, OCF dan EVA, dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa variable ROA dan OCF terbukti berpengaruh secara signifikan sedangkan variable ROI dan EVA tidak berpengaruh secarasignifikan.

Dari hasil penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan berapa perbedaan dan tidak mampu mendeteksi berapa besar pengaruh variable-variabel fundamental tersebut menjelaskan harga saham, hal ini dapat memberikan peluang untuk melakukan penelitian lanjutan, baik bersifat meneliti ulang maupun
mengembangkan lebih lanjut, dan dalam penelitian ini peneliti mencoba melakukan perubahan variable-variabel bebas yang mempengaruhi harga saham. Variable bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Cash Ratio (CR), Return on Assets (ROA)), dan Capital adequacy ratio (CAR), Dan dalam penelitian ini Peneliti melakukan penelitian pada perusahaan perbankan yang masuk dalam penghitungan Indeks LQ45 yang merupakan Indeks yang terdiri 45 saham yang paling likuid.
Berdasarkan uraian yang telah di kemukakan di atas maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh rasio keuangan CR, ROA dan CAR terhadap harga saham Perbankan yang masuk dalam penghitungan Indeks LQ45 (Studi Pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009) ”

Selengkapya terkait CONTOH SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN JUDUL : PENGARUH CASH RATIO, RETURN ON ASSETS DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PERBANKAN YANG MASUK DALAM PENGHITUNGAN INDEKS LQ45 (Studi pada PT. Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009) dari Mulai BAB I hingga BAB 5 Penutup termasuk daftar pustaka silahkan Cek di sini 

Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...